Ada fakta menarik bahwa sawah di Krayan erat kaitannya dengan keberadaan kerbau. Jumlah kerbau yang banyak berbanding lurus dengan tingkat kesuburan tanah dan jumlah produksi padi yang dihasilkan. Di Pulau Borneo terdapat kekayaan berharga baik dari segi budaya dan keanekaragaman hayatinya. Di Borneo, dataran tingginya merupakan tanah air bagi sebagian besar ialah penduduk asli pedalaman Kalimantan yaitu Suku Dayak Lundayeh. Keaslian alam ini yang berpadu dengan kearifan Suku Dayak dalam mengelola alam menjadikan daerah Krayan sering menjadi pusat penelitian sejumlah lembaga internasional dan berpotensi besar menjadi daerah tujuan pariwisata. Wilayah Krayan merupakan penghasil beras terbesar di Kabupaten Nunukan, yaitu beras adan yang merupakan padi unggul organik, yang banyak dipasarkan ke Malaysia dan Brunei. Daerah ini juga memiliki komoditi unik yaitu garam gunung hasil dari pengolahan sumur air bergaram. Sebagian wilayah kecamatan ini berupa Taman Nasional Kayan Mentarang(TNKM) yang kaya dengan keanekaragaman hayati.. Padi Adan begitu biasa disebut adalah merupakan beras yang diproduksi oleh petani di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang merupakan salah satu kawasan terluar yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia. Beras Adan merupakan salah satu beras dengan kualitas terbaik diantara varietas padi lokal lain yang hingga saat ini masih dibudidayakan di Krayan dan daerah dataran tinggi lainnya. Terdapat tiga varietas yang berbeda : Putih, merah dan hitam. Beras ini terkenal dengan biji-bijian kecil dan halus serta rasa yang enak, aromanya harum setelah dimasak. Rasanya pulen dan sedap meskipun dilahap tanpa lauk pauk dan sayuran. Tingginya karbohidrat (varietas putih) dan kandungan mineral (varietas hitam) membuat beras ini mampu memberikan kontribusi untuk nilai gizi yang sangat baik. BEERAPA HASIL KEKAYAAN KEC. KRAYANPadi AdanPadi Adan Krayan memiliki jenis 15-26 macam. Harga satu kaleng beras (15 kg) di Long Bawan sekitar Rp300 ribu. Produksi perhektare sekitar 3 ton gabah kering giling (GKG). Satu kepala keluarga (KK) mampu menghasilkan padi 1 “ 4 ton GKG permusim tanam. Masyarakat Krayan melakukan bercocok tanam hanya setahun sekali dan sistem pertaniannya murni organik. Menariknya, pada saat habis panen kerbau digembala di lahan sawah dan berakhir pada saat tanam. Pada saat itulah kerbau mengolah lahan sawah dengan menginjak-injak sawah dan membuang kotoran di lahan sawah sampai akhirnya lahan tersebut siap ditanami. Warga menanam padi tanpa pupuk kimia, hanya menggunakan pupuk kandang dari kotoran kerbau. Ada perpaduan penanaman padi dengan penggunaan kerbau dalam mengelola lahan pertanian. Pola tanamnya dimulai sejak dilakukan persiapan penebasan lahan sejak Maret hingga Mei. Lahan dibiarkan hingga Juni. Pada bulan Juli hingga September dimulai penanaman padi, panen dilakukan antara Desember hingga Februari. Panen padi dilakukan sekali setahun. Beras Adan Krayan diajukan oleh Asosiasi Masyarakat Adan untuk mendapatkan perlindungan hukum perlindungan Indikasi Geografis Beras Adan Krayan. Permohonan ini ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bersama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dan Dinas Pertanian Propinsi Kalimantan Timur dengan melakukan pembinaan dan bantuan tehnis yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan substantif oleh Tim Ahli Indikasi Geografis dan dinilai memenuhi syarat untuk dapat didaftar sebagai salah satu produk Indikasi Geografis Indonesia. Kerbau Selain Padi Adan yang sangat terkenal, Krayan juga memiliki potensi ternak kerbau yang juga disukai masyarakat Brunai. Ternak kerbau merupakan simbol prestise masyarakat Krayan. Kerbau berfungsi untuk membantu mengembalikan unsur hara secara alami sekaligus memperbaiki struktur tanah, disamping itu juga kerbau dimanfaatkan untuk membantu petani sebagai alat angkutan, seperti hasil sawah dan hutan. Perkembangan ternak kerbau di kawasan ini berjalan alami. Harga kerbau dewasa (umur 1,5 sampai 2 tahun ) berkisar 2.000 hingga 3.500 Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp.7 juta hingga Rp.9 juta ( kurs 1 ringgit Rp3000) untuk betina dan Rp.10 juta hingga Rp.16 juta untuk pejantan. NenasKecamatan Krayan juga terkenal dengan tanaman Nenas yang diproduksi dari beberapa desa, yakni Long Api, Long Umung, Kampung Baru dan lainnya. Harga Nenas di Long Bawan sekitar Rp 3000,- sampai Rp 10.000,- perbuah. Rasa nenas Krayan sangat manis dan uniknya tidak menimbulkan rasa pedar dimulut, berbeda dengan kebanyakan nenas umumnya. Potensi lainnya adalah tanaman hortikultura, Namun petani umumnya membudidayakan tanaman hortikultura hanya sedikit saja sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, karena kondisi pasar yang belum stabil. Garam GunungPribahasa garam dilaut asam di gunung, ternyata tidak berlaku bagi warga Dayak Lundayeh yang tinggal perbatasan Kaltim. Peribahasa itu mesti dirubah, karena di daerah Krayan, yang merupakan daerah dataran tinggi. Yaitu di Pegunungan Paris, atau tepatnya di Desa Long Midang, Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kaltim, justru ditemukan sentra-sentra pengolahan garam, selain di Long Midang sumber garam juga tersedia di Pa'Kebuan. Proses pengelolahan garam ini tidak pernah berubah sejak dahulu sampai sekarang. Walaupun demikian citra rasa kedua jenis garam ini tetap sama.Garam ini diyakini memiliki kandungan yodium yang cukup karena tidak ditemukan masyarakatnya yang menghidap penyakit kekurangan zat yodium ( gondok) . Garam ini sekarang sudah di pasarkan di daerah Sabah dan Serawak ( Malaysia) karena kedua daerah ini secara geografis lebih dekat dengan Krayan dan mudah dijangkau melalui transportasi darat dibandingkan daerah/ kota lain Indonesia yang terdekat dari Krayan hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara/ pesawat. Hal inilah yang membuat produk hasil pertanian didaerah Krayan lebih memilih Malaysia sebagai pasarnya daripada pasar dalam negeri sehingga masyarakat Indonesia tidak begitu mengenal produk hasil pertanian di Krayan. Penulis : Sundari (BPTP Kaltim)