Pengertian Legowo diambil dari bahasa Jawa Banyumas, dari kata lego yang artinya Luas dan Dewo yang artinya memanjang, jadi antara kelompok barisan tanaman padi terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan. Cara tanam padi sistem legowo merupakan rekayasa teknologi yang ditujukan untuk memperbaiki Produktivitas usahatani padi. Latar belakang Terjadinya penurunan produksi padi yang menyolok tahun 1987 yang ditandai dengan dilakukannya import beras lebih dari 4 juta ton. Penurunan produksi padi disebabkan oleh penerapan teknologi anjuran oleh petani masih rendah, adanya kebijakan pemerintah daerah yang kurang mendukung peningkatan produksi dalam hal pemberdayaan penyuluh dan petani dan adanya akibat pengaruh faktor lingkungan (iklim yang tidak menentu). Teknologi Sistem Legowo Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna dan dan lahan sawah harus benar-benar rata. Penanaman dilakukan dengan menggunakan caplak yang telah diatur jarak tanamnya antara barisan dan dalam barisan susuai dengan yang diinginkan. Jarak tanam dapat dilakukan sesuai dengan kesuburan tanah sebagai berikut : ¢ Tanah yang kurang kesuburannya : 25 cm x 15 cm x 50 cm ¢ Tanah yang sedang kesuburannya : 25 cm x 15 cm x 60 cm ¢ Tanah yang subur : 25 cm x 15 cm x 70 cm Keuntungan Sistem Legowo Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi (efek tanaman pinggir). Pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah, menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpal keong mas dan untuk mina padi. Serta penggunaan pupuk yang berdaya guna. (Kameliati, SP dan Adnan, SP.MP)