Loading...

BIMTEK B2SA KECAMATAN CIWARU (HARAPAN PANGAN BERKUALITAS DENGAN B2SA)

BIMTEK B2SA KECAMATAN CIWARU (HARAPAN PANGAN BERKUALITAS DENGAN B2SA)

Di tengah limpahan kekayaan alam dan keanekaragaman pangan Indonesia, seringkali masyarakat kita masih terjebak dalam pola konsumsi yang tidak seimbang. Kita terbiasa bergantung pada satu atau dua jenis sumber karbohidrat, seperti nasi, tanpa memperhatikan kandungan gizi lain yang dibutuhkan tubuh. B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) hadir sebagai sebuah gerakan revolusioner yang mengubah cara pandang kita terhadap makanan. Ini bukan sekadar ajakan untuk makan enak, melainkan panduan ilmiah dan budaya untuk memastikan setiap piring yang kita santap memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas kita.

Setiap individu membutuhkan energi yang cukup untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Energi tersebut bisa kita dapatkan dari makanan/Produk pangan yang dikonsumsi. Setiap produk pangan memiliki berbagai komponen gizi yang terkandung di dalamnya. Komponen gizi tersebut dibutuhkan oleh tubuh setiap individu dalam jumlah tertentu. Karena kebutuhan tubuh setiap individu akan komponen gizi berbeda, maka sekarang kita mengenal istilah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan membudayakan konsumsi pangan B2SA untuk hidup sehat, aktif dan produktif kepada masyarakat.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal. Perpres ini mengamanatkan bahwa untuk mewujudkan penganekaragaman pangan diperlukan berbagai upaya secara sistematis dan terintegrasi. Perpres ini sudah ditindaklanjuti, dengan Peraturan Menteri Pertanian No.43 Tahun 2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Sumberdaya Lokal sebagai acuan yang lebih operasional dalam implementasinya. Implementasi dari Perpres dan Permentan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan sejak tahun 2010 meluncurkan program optimalisasi pemanfatan pekarangan melalui salah satu kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat untuk mempercepat diversifikasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Program ini sejalan dengan empat target kunci sukses Kementerian Pertanian yang salah satunya adalah B2SA.

Kelompok B2SA yang ada di Kecamatan Ciwaru telah melaksanakan kegiatan bimbingan Teknis B2SA dalam upaya meningkatkan kesadaran dan membudayakan pola makan sehat, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) guna meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat untuk mewujutkan SDM yang aktif, sehat dan produktif. Program ini juga bertujuan untuk mengedukasikan ke masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan lokal yang berkualitas sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan BIMTEK B2SA, peserta melakukan praktik pengolahan pangan lokal menjadi menu sehat bergizi, belajar tentang pola konsumsi pangan yang beragam, seimbang dan aman.

BIMTEK B2SA ini dimulai oleh ketua kelompok sebagai pembawa acara kemudian dibantu oleh salah satu anggota kelompok untuk melakukan demo memasak makanan dan menjelaskan manfaat setiap bahan pangan yang diolah. B2SA adalah singkatan dari Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman, yang merupakan pola konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Beragam Mengonsumsi berbagai jenis makanan, baik nabati maupun hewani, untuk mendapatkan berbagai nutrisi. Bergizi: Memilih makanan yang kaya akan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral. Seimbang: Mengonsumsi makanan dalam proporsi yang tepat. Contohnya, dalam sepiring makan, sepertiga bagian adalah karbohidrat, sepertiga sayuran, sepertiga protein, dan sepertiga buah-buahan. Aman: Memastikan makanan tidak mengandung cemaran fisik, kimia, atau biologi yang berbahaya.

Inti dari B2SA adalah kesadaran bahwa pangan yang kita konsumsi harus menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup. Dengan menerapkan prinsip B2SA, kita tidak hanya menyehatkan diri sendiri, tetapi juga mendukung keberlanjutan petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Tujuan Utama B2SA, yaitu :

1. Peningkatan Kualitas Hidup: Memastikan status gizi masyarakat optimal, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh, kecerdasan, dan produktivitas.

2. Pemanfaatan Pangan Lokal: Mendorong masyarakat untuk mengonsumsi sumber pangan lokal yang beragam, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas impor (misalnya, beras dan gandum).

3. Pengurangan Stunting dan Gizi Buruk: Memberikan edukasi gizi yang tepat, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita, untuk mencegah masalah kekurangan gizi kronis