Loading...

Bimtek Integrated Farming : Ayam, Maggot, Ikan, kompos dan Kebun

Bimtek Integrated Farming :  Ayam, Maggot, Ikan, kompos dan Kebun

Kegiatan Bimtek Integrated Farming atau Pertanian Terpadu tentang Ayam, Maggot, Ikan, kompos dan Kebun sayuran diselenggarakan oleh pihak Pemerintahan Desa Mekarmukti Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan dengan dibiayai oleh anggaran desa, bertujuan supaya seluruh stake holder yang ada untuk dapat menerapkan hal tersebut. Dalam kegiatan ini peserta yang terlibat dari beberapa unsur, diantaranya dari Kelompok Wanita Tani, Poktan dan anggotanya, unsur lembaga desa serta dari kalangan pemuda.

Kegiatan Bimtek Integrated Farming yang dibuka langsung oleh Kepala Desa Mekarmukti, Bpk. Sodikin. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Desa Mekarmukti ini memungkinkan untuk dilakukan Integrated Farming ini dengan potensi yang ada, yaitu lahan pekarangan yang rata-rata masih luas, ketersediaan air yang cukup melimpah. Tinggal keinginan dari diri sendiri yang dirasa kurang terhadap dunia pertanian.

Dalam pemaparan materi secara ringkas disampaikan mengenai hal-hal sebagai berikut :

Prinsip Pertanian Berkelanjutan

Optimalisasi sumber daya

Semua elemen pertanian dimanfaatkan secara efektif, seperti penggunaan limbah ternak untuk pupuk atau air kolam ikan untuk irigasi tanaman.

Limbah organik diolah menjadi bahan yang bermanfaat, misalnya kompos atau pakan alternatif untuk ternak, sehingga mengurangi polusi.

Sistem ini mendukung hubungan timbal balik antara tanah, air, tanaman, ternak, dan lingkungan untuk mencapai efisiensi maksimal.

 

Manfaat Pertanian Terpadu

Efisiensi biaya

Sistem ini mengurangi ketergantungan pada input eksternal, seperti pupuk kimia dan pakan impor, sehingga biaya produksi menjadi lebih hemat.

Produktivitas Meningkat

Lingkungan yang saling mendukung antara unggas, ikan, tanaman, dan kompos menciptakan siklus produktif yang terus-menerus.

Keberlanjutan Lingkungan

Sistem ini mendukung keanekaragaman hayati dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah.

Diversifikasi Pendapatan

Dengan menghasilkan berbagai produk, seperti telur, ikan, sayuran, dan kompos, petani dapat meningkatkan stabilitas ekonomi dan mengurangi risiko kerugian.

 

Komponen Utama Sistem Pertanian Terpadu

Peternakan Unggas

Unggas seperti ayam menghasilkan telur yang menjadi sumber protein tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Daging unggas, seperti ayam atau entok, menjadi hasil utama dalam sistem peternakan terpadu, menyediakan makanan bergizi berkualitas.Kotoran unggas dapat digunakan sebagai pupuk organik yang kaya nutrisi untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pemanfaatan bahan pakan lokal membuat biaya pemeliharaan unggas tetap rendah dan memungkinkan produksi berkelanjutan. 

Budidaya Maggot

Belatung/Maggot kaya protein digunakan untuk pakan ternak, terutama unggas dan ikan, membantu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Budidaya maggot memanfaatkan limbah organik, seperti sisa makanan dan kotoran ternak, dalam proses yang ramah lingkungan. Proses budidaya maggot membutuhkan fasilitas sederhana, sehingga mudah diterapkan oleh petani kecil maupun besar. Budidaya maggot mendukung sistem pertanian terpadu dengan mendaur ulang bahan organik secara efisien.

Budidaya Ikan

Sistem budidaya ikan menggunakan kolam yang dapat diintegrasikan dengan kebun, sehingga air kaya nutrisi dapat digunakan untuk penyuburan tanaman. Ikan hasil budidaya, seperti lele atau nila, menjadi tambahan sumber pendapatan bagi petani. Ikan yang dibudidayakan menjadi sumber protein dan omega-3 yang penting bagi konsumsi masyarakat lokal. Sisa hasil budidaya dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem pengomposan, mendukung integrasi dalam pertanian terpadu.

Pengomposan dan Berkebun

Limbah organik dari ternak dan aktivitas budidaya diubah menjadi kompos berkualitas tinggi untuk meningkatkan kesuburan lahan. Sistem pengomposan mengurangi limbah ekologis sambil menghasilkan produk yang berguna untuk pertanian. Tanaman menghasilkan sayuran dan buah yang menjadi sumber makanan segar dan bergizi bagi masyarakat. Penggabungan pengomposan dengan pertanian terpadu menciptakan sistem yang ramah lingkungan dan efisien.