Bintan Eksportir Hasil Tani Miliki 22 Ribu ha Lahan Pertanian Sektor pertanian Kabupaten Bintan menjadi andalan produk dari Provinsi Kepulauan Riau tahun ini. Tak heran, Bintan dengan potensi 22.661 hektar lahan pertanian, ditargetkan oleh Pemprov Kepulauan Riau menjadi produsen pangan untuk pasar domestic maupun kepentingan ekspor di tahun mendatang.. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bintan, Kartini mengungkapkan, potensi lahan pertanian di Bintan mencapai 22.661 hektar namun yang diolah baru 3.778 hektar dengan jumlah petani 3.198 orang. Dengan begitu, potensi pengembangan pertanian sangat besar. Saat ini potensi unggulan dari Bintan adalah salak, buah naga, durian daun, dan duku Bintan. Produksi buah-buahan saat ini mencapai 29 hektar atau 31.900 batang yang digarap setidaknya 145 petani dengan produksi perbulan mencapai 1 ton per hektar. Sedangkan sector pengembangan buah durian daun dan duku Bintan, saat ini Dinas Pertanian sedang melakukan budidaya untuk memperbanyak benih yang nantinya juga akan disusul dengan sertifikasi. Selain buah-buahan, produksi sayuran Bintan juga cukup mumpuni untuk dijadikan komoditas ekspor. Namun saat ini kawasan perkebunan sayur baru berada di Toapaya dan sebagian di Gunung Kijang dan Telok Sebong. Batam menjadi tujuan terbesar produksi sayuran dari Bintan dengan kapasitas 20 hingga 25 ton sayuran per hari. Dengan potensi hasil pertanian yang luas tersebut jika dioptimalkan, Bintan sangat potensial menjadi andalan Kepri sebagai daerah pengekspor komoditi pertanian Negara tetangga. Secara umum, pengembangan sector pertanian Provinsi Kepri cukup memberikan kontribusi dalam peningkatan taraf hidup masyarakat khususnya petani. Bapan Pusat Statistik (BPS) Kepri sebelum menunjukkan nilai tukar petani (NTP) di Kepri mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian relative lebih tinggi dibandingkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun produksi pertanian. (Tribun Batam)`