Loading...

BIOVAM, PUPUK HAYATI ANDALAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)

BIOVAM, PUPUK HAYATI ANDALAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
Dalam rangka membantu meningkatkan produktivitas padi di Indonesia maka Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah menghasilkan inovasi pertanian berupa pupuk hayati unggulan nasional yaitu BIOVAM. Pupuk hayati ini masih diujicoba oleh Konsortium Pupuk Hayati Nasional di berbagai provinsi untuk mendapatkan pupuk hayati yang terbaik. Belum diperoleh informasi detil mengenai BIOVAM tetapi secara umum biasanya pupuk itu mengandung mikroba yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, dapat meningkatkan hasil, tidak mengandung mikroba berbahaya, ramah lingkungan, serta dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia. Bebeapa jenis mikroba yang umum dipakai pada pupuk hayati adalah:1. Methylobacterium sp (penghasil fitohormon)2. Azotobacter sp (penambat N, non simbiotik, dan pelarut P tanah3. Bacillus sp (pelarut P tanah dan penghasil senyawa anti penyebab penyakit)4. Bradyrhizobium sp (penambat N, simbiotik)5. Rhizobium sp (penambat N2 simbiotik)Manfaat pupuk hayati yang diharapkan adalah untuk:1. Meningkatkan pertumbuhan tanaman, pembungaan, dan pemasakan buah2. Meningkatkan jumlah akar rambut tanaman Graminae3. Meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 20-50 %4. Mematahkan dormansi, meningkatkan vigor, dan viabilitas benih5. Menghemat biaya pemupukanCara pemakaian BIOVAM:Rendam benih dan pisahkan benih bernas dari benih hampaRendam benih bernas selama 24 jam dan kemudian ditiriskan selama 24 jamDosis pupuk BIOVAM adalah 4 kg per hektarPupuk BIOVAM sebanyak 4 kg dicampur 4 liter air kemudian diaduk seperti bubur.Campurkan benih padi dengan larutan atau bubur BIOVAM secara merata lalu benih padi disebarkan di tempat persemaian.Ketika bibit padi akan dipindahtanamkan dicelup dulu beberapa saat dalam larutan bubur BIOVAM yang dibuat dengan melarutkan 1 kg BIOVAM dalam 1 liter air.Bibit padi siap dipindahtanamkan ke lahan sawah. Dari hasil kajian response petani terhadap aplikasi pupuk hayati BIOVAM, Agrimeth,dan Kaya Bio petani lebih menyukai pupgruk hayati Agrimeth. Pertimbangannya adalah pupuk Agrimeth dapat menjaridi sumber tambahan unsur N dari udara untuk mengurangi penggunaan pupuk urea, warna hijau pada daun bertahan lebih lama yang diduga disebabkan karena bakteri pengikat N terus berkembang di sawah, ukuran kemasan pupuk Agrimeth kecil hanya 40 gram dan aplikasinya hanya 10 sachet/ha atau 400 gram/ha dibandingkan BIOVAM 4 kg/ha dan Kaya Bio 15-30 kg/ha, dan aplikasinya sangat mudah karena hanya dicampur dengan benih sesaat sebelum semai. (Sigit Sapto Wibowo, BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Hasil kajian pupuk hayati BIOVAM pada Budidaya Padi dengan Teknologi Hazton di Parit Madiun, Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya kerjasama antara BPTP Kalimantan Barat dengan Puslitbang Tanaman Pangan