Untuk meningkatkan Kemampuan Kepemimpinan Manajerial Dan Kewirausahaan Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha Di Bidang Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan, Badan Pelaksana penyuluhan dan Ketahanan Pangan - BP2KP Kab.Cilacap melalui Bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM, mengelar Bimbingan Teknis (Bintek) Pengembangan Teknologi Berbasis Pertanian, Hortikultura, Peternakan, Perikanan dan Tanaman Pangan, dan Ketahanan Pangan; Kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Berbasi Tanaman Pangan pada Tahun 2012 dilakukan di 5 (lima) lokasi; Kec.Sampang, Maos, Sidareja, Kedungreja, Majenang dan Cilacap; sedangkan kegiatan Bintek berbasis lainnya dilaksanakan menyebar di seluruh Kab.Cilacap. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM, Ir. Betty Kusumaningrum, MM pada pembukaan Bimtek Budidaya Padi dengan Sistem SRI di aula Balai Penyuluhan Cilacap, Senin lalu, menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan Keterampilan Pelaku Utama/Pelaku Usaha Bidang Pertanian/Perkebunan dalam teknis pengembangan teknologi berbasis Tanaman Pangan, sesuai dengan potensi lokal dan permintaan lapangan (aspirasi), meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam upaya pemanfaatan potensi lokal yang ada, dan sekaligus memberikan informasi dan kemampuan teknik sebagai upaya memberikan alternatif usaha tani dengan komoditas yang lain. Ketika membuka Bimbingan Teknis (Bintek) Pengembangan Teknologi Berbasis Tanaman Pangan (Budidaya Padi dengan metode SRI), Ir. Sujito,M.Si menyatakan Metode SRI (System Rice Intensification) merupakan pendekatan dalam budidaya padi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal yang tersedia, dengan sasaran antara lain sebagai upaya mendukung Percepatan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) , termasuk didalamnya guna mendukung percepatan Gerakan Bangga Mbangun Desa di wilayah Kabupaten Cilacap Dengan metode SRI produksi padi dapat mencapai 9,8 Ton/Ha, sedangkan untuk budidaya konvensional di wilayah Cilacap hanya mencapai rata-rata 6 Ton/Ha, ujar Sujito. Bangga Mbangun Desa adalah Derajat Kepuasan ketika mampu membangun wilayah pedesaan dengan tetap menata kota secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bangga Mbangun Desa diharapkan menjadi greget dalam mendorong semangat masyarakat untuk mewujudkan kemajuan pembangunan bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan sosial budaya. (AP)