Kecamatan Bontomanai Kab. Kepulauan Selayar SulSel merupakan sentra pengembangan tanaman cengkeh yang meliputi Desa Bonea Makmur, Bonea Timur dan Bontomarannu dengan luas areal 513,7 Ha. Sejak beberapa tahun terakhir, produksi cengkeh menurun yang diakibatkan oleh Pemeliharaan kebun yang sangat kurang dan belum adanya pengendalian Hama/Penyakit. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan BKPPP dan BPP Bontomanai adalah dengan melaksanakan pendataan yang bertujuan : untuk mengetahui data populasi tanaman cengkeh di desa Bontomarannu, Bonea Timur dan Bonea Makmur, untuk mengetahui tingkat serangan penyakit Gugur Daun pada tanaman Cengkeh, dan untuk memperoleh informasi akurat tentang pengaruh serangan penyakit Gugur Daun pada tanaman Cengkeh terhadap pendapatan petani dan keluarganya. Dasar Pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu Keputusan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor : 800/95/VI/2009/BKPPP Tentang Penetapan Petugas Pendataan Populasi Tanaman Cengkeh Di Desa Bontomarannu, Bonea Timur dan Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai. Metode yang dipakai Wawancara dengan masyarakat/petani dan Kunjungan Lapangan. Hasil Pengamatan di lapangan selama pendataan : sebagian besar petani tidak melakukan pemeliharaan pada tanaman cengkehnya, karena pada kenyataannya kebun cengkeh milik petani lebih menyerupai hutan ; dan sebagian besar tidak melakukan pemupukan pada tanaman cengkehnya disebabkan karena kekurangan modal dan rendahnya pemahaman tentang fungsi dan kegunaan pupuk terhadap tanaman. Hasil Pendataan tanaman Cengkeh yang terserang gugur daun yaitu : a. Desa Bonea Timur - Total Populasi : 17.550 pohon - Populasi yang mati : 1.522 pohon (8,7 %) - Populasi yang terserang : 10.887 pohon (62 %) - Populasi yang sehat : 5.141 pohon (29,3 %) b. Desa Bonea Makmur - Total Populasi : 43.315 pohon - Populasi yang mati : 255 pohon (0,6 %) - Populasi yang terserang : 37.090 pohon (85,6 %) - Populasi yang sehat : 5.970 pohon (13,8 %) c. Desa Bontomarannu - Total Populasi : 26.397 pohon - Populasi yang mati : 5.093 pohon (19,3 %) - Populasi yang terserang : 7.301 pohon (27,7%) - Populasi yang sehat : 13.633 pohon (51,7 %) Solusi Alternatif : petani harus melakukan sanitasi pada kebun cengkehnya masing-masing sebagai upaya pengendalian penyakit gugur daun ; penggunaan musuh alami dengan melalui pengembangan Tricoderma ; penggunaan Demplot sebagai metode penyuluhan dalam pengendalian penyakit Gugur Daun. Rencana akan dilaksanakan pada desa Bontomarannu, Bonea Timur dan Bonea Makmur ; Rehabilitasi tanaman Cengkeh yang telah terserang berat. Rencana Tindak Lanjut : Kegiatan Penyuluhan Massal tentang Sanitasi kebun Cengkeh pada desa Bontomarannu, Bonea Timur dan Bonea Makmur dengan melibatkan Pemerintah Wilayah setempat ; Penggunaan Musuh alami melalui pengembangan Tricoderma oleh Kelompok Jabatan Fungsional Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Kepulauan Selayar ; Metode Penyuluhan melalui Demplot Pengendalian Penyakit Gugur Daun pada 3 desa tersebut ; Pengembangan Komoditi Lain yang sesuai dengan kondisi dan potensi pada 3 (tiga) desa tersebut sebagai alternative pengendalian Penyakit Gugur Daun yaitu : Durian, Rambutan, dan Kakao. (Andi Husni Taba ; BPP Bontomanai)