Brigade Pangan (BP) Pesisir Jaya yang berkedudukan di Desa Kedabu Rapat terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir. Brigade pangan ini merupakan gabungan dari petani tiga desa—Kedabu Rapat, Sendaur dan Penyagun—dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang. Saat ini BP Pesisir Jaya mengelola lahan seluas 150 hektare yang tersebar di tiga desa tersebut. Melalui kerja kolektif, brigade pangan ini berhasil meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali tanam per tahun menjadi dua kali tanam.
Selain melaksanakan usaha budidaya, BP Pesisir Jaya juga mengembangkan usaha jasa sewa alsintan yang telah memberikan dampak besar bagi para petani. Brigade ini membantu petani dalam pengolahan lahan hingga proses panen menggunakan alat mesin pertanian modern seperti traktor roda empat, crawler, dan combine harvester. BP Pesisir Jaya sendiri telah menerima dukungan bantuan alsintan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian berupa:
Hingga saat ini BP Pesisir Jaya berhasil mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 60 juta dari usaha budidaya dan layanan alsintan.
Kendala yang Pernah Dihadapi
Dalam perjalanannya, BP Pesisir Jaya juga menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Salah satu kendala terbesar terjadi pada musim tanam pertama, ketika serangan hama dan penyakit menyebabkan gagal panen pada sebagian area. Selain itu, dinamika internal kelompok pada fase awal juga sempat menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi manajemen, pembagian tugas, maupun struktur kerja anggota. Namun melalui proses musyawarah bersama, persoalan tersebut berhasil diselesaikan secara baik dan konstruktif. Saat ini, isu permodalan masih menjadi kendala utama bagi BP Pesisir Jaya, terutama dalam persiapan menyambut musim tanam kedua tahun 2026.
Harapan & Komitmen ke Depan
BP Pesisir Jaya saat ini membuka peluang kerja sama dan akses pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan budidaya, sekaligus memperkuat struktur usaha. Selain itu, brigade secara rutin melaksanakan musyawarah untuk penyusunan program kelompok, evaluasi usaha, dan perumusan langkah strategis peningkatan kesejahteraan anggota. Keberhasilan BP Pesisir Jaya diharapkan menjadi contoh bagi petani di Desa Kedabu Rapat, Sendaur, dan Penyagun dalam meningkatkan indeks tanam dan produktivitas lahan, sekaligus memainkan peran penting dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan sesuai arahan Presiden RI. BP Pesisir Jaya kini menjadi motor penggerak pertanian kawasan di wilayah Rangsang Pesisir dan potret keberhasilan sinergi antara petani dan pemerintah. (RD)