Loading...

BRUCELLOSIS pada Sapi potong dan Sapi Perah (Keluron Menular)

BRUCELLOSIS pada Sapi potong dan Sapi Perah (Keluron Menular)
Brucellosis adalah penyakit reproduksi hewan menular yang menyerang sapi, kambing, babi dan hewan lainnya yang disebabkan oleh kuman Brucella sp. Tanda-tanda serangan : 1. Keguguran pada trimester terakhir masa kebuntingan (5-8 bulan) dan diikuti oleh suatu periode infertilitas.2. Produksi air susu menurun.3. Keluarnya cairan vaginal yang keruh dan bersifat infeksius.4. Pada hewan jantan terlihat gejala epididimitis dan orchitis (infeksi pada epididimis dan testis).5. Pembengkakan pada persendian lutut Pada keadaan terserang, ternak yang terserang harus dilakukan potong paksa, dn petani memperoleh ganti rugi dari pemerintah sebesar Rp.8 juta perekor. Dengan catatan daging yang dihasilkan dapat dikonsumsi sedangkan jerohan di bakar dan dikuburkan.Upaya Pencegahan 1. Meningkatkan tindakan higiene dan sanitasi. Sapi yang tertular dipisahkan dari kelompoknya. Fetus dan placenta yang abortus harus dikubur atau dibakar dan tempat yang terkontaminasi harus didesinfeksi dengan 4% larutan kresol atau desinfektan sejenis.2. Melakukan pemotongan bersyarat terhadap ternak yang positif Brucellosis dan peralatan yang digunakan harus didesinfeksi.3. Vaksinasi terhadap ternak. Program vaksinasi dilakukan pada anak sapi umur 3-7 bulan.4. Peningkatan pengawasan lalu lintas ternak5. Kegiatan surveillans Brucellosis melalui pemeriksaan serum darah untuk uji RBT dan CFT.6. Perkawinan dengan teknik Inseminasi Buatan (IB)7. Sosialisasi kepada masyarakat.8. Upaya pengendalian dan pemberantasan dengan test and slaughter. Reaktor positif RBT dilanjutkan uji CST apabila positif dikalukan potong paksa.9. Monev dan pelaporan.10. Koordinasi. Di tulis Oleh : Tri Budi Santoso, S.Pt (NIP. 19691011 1994031 006) Penyuluh Pertanian Kec. MojosongoSumber Data : Materi Penyuluhan Kec.Mojosongo