Budidaya Cabe di lahan Perbukitan dan Tanpa olah Tanah
Cabe rawit (Capsicum frutescens) merupakan tanaman yang berasal dari benua Amerika. Tanaman cabe rawit mudah ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi. Cabe rawit banyak mengandung vitamin A dan C serta tinggi kandungan minyak Atsiri. Kandungan minyak Atsiri inilah yang menimbulkan rasa pedas pada cabe. Selain itu berdasarkan pengalaman beberapa petani tanaman cabe rawit juga tahan hingga beberapa tahun.Budidaya cabe rawit memiliki prospek bisnis yang bagus karena umumnya masyarakat Indonesia adalah penggemar cabe. Sepertinya tak lengkap rasanya jika makan tanpa ada rasa pedas cabe. Oleh karena itu permintaan akan cabe dipastikan akan terus meningkat khususnya Kabupaten Sekadau. Selain itu harganya yang relatif tinggi juga menjadikan budidaya cabe sangat menguntungkan.Menurut pengalam petani an.Doantus Sentosa warga Desa Landa Apin Kec.Nanga Mahap, budidaya cabe sangat lah menguntungkan. Yang menjadi permasalah nya sekarang adalah penyakit busuk pada buah. Tetapi dengan kerjasama PPL dan POPT masalah busuk buah tanaman cabe sudah mulai berkurang.Lokasi penanaman cabe merupakan lahan bekas ladang di daerah perbukitan. Penanaman juga tidak dibuat bedengan dan tanpa olah tanah. Hanya pembuatan lobang tanam dan masih mengandalkan pupuk alami yang tersedia di lahan.Sumber: Donatus Sentosa Petani Desa Landau Apin