Kondisi iklim di Indonesia cocok untuk budidaya cabe dimana matahari bersinar penuh. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter dpl. Di dataran tinggi, cabe masih bisa tumbuh namun produksinya tidak maksimal.Suhu yang optimal untuk pertumbuhan cabe merah, antara 24-28 derajat Celcius. Pada suhu yang terlalu dingin dibawah 15 atau panas diatas 32 pertumbuhan akan terganggu. Cabe bisa tumbuh pada musim kemarau asal mendapatkan pengairan yang cukup. Curah hujan yang dikehendaki berkisar 800-2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%. 1. Pengolahan TanahPengolahan tanah pada budidaya cabe merah dilakukan secara sempurna, yaitu pembajakan dilakukan 2 kali dan penisiran dilakukan 1 kali.Setelah pengolahan tanah 7-14 hari, dibuatkan bedengan dengan tujuan untuk mempermudah pembuangan air hujan yang berlebihan, mempermudah pemeliharaan, mempermudah meresapnya air hujan atau air pengairan, serta menghindari tanah terinjak-injak sehingga menjadi padat. Ukuran bedengan yang baik yaitu, lebar 110-120 cm, tinggi 20-30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm.Saat 70 % bedengan kasar tebentuk dipupuk dengan pupuk kandang atau kotoran ayam yang sudah matang sebanyak 1-1,5 kg / lubang tanam. Jika tanah dalam kondisi masam, lakkan pengapuran sebanyak 100-125 gr / lubang tanam. 2. Penyiapan benih dan persemaianUntuk lahan 1 ha dibutuhkan benih sekitar 180 gr. Ada 2 cara pembibitan cabe yaitu disemai dibedengan dan semai langsung di polybag. Jika benih disemai langsung di bedengan terlebih dahulu bedengan persemaian, kemudian benih ditabur secara berbaris, jarak antar barisan 5 cm dan diberi naungan dari daun kelapa atau daun pisang. Benih juga dapat disemai langsung dalam polybag kecil berukuran 5-8 x 10 cm.Sebelum dikecambahkan sebaiknya benih direndam terlebih dahulu dalam air hangat dengan suhu 55-60° C selama 15-30 menit untuk mempecepat proses perkecambahan. Sebelum benih dimasukkan dalam polybag, terlebih dahulu polybag diisi dengan 1 bagian pupuk kandang halus, 80 gr NPK dan 75 gr Furadan. 3. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam PerakMulsa plastik yang digunakan adalah mulsa plastik hitam perak (MPHP), mulsa plastic sebaiknya dilakukan saat matahari terik, agar plastic itu memanjang atau memuai, sehingga dapat menutup tanah dengan rapat. Bedengan yang sudah ditutup dengan mulsa dibiarkan selama 5 hari sebelum penanaman. 4. PenanamanPemindahan bibit cabe merah dari area persemaian dilakukan setelah umur bibit sekitar 3 minggu atau bibit memiliki 3-4 helai daun permanen. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan sore hari untuk menghindari stress. Usahakan penanaman dilakukan serentak dalam satu hari.Cara menanamnya adalah dengan membuka atau menyobek polybag semai. Kemudian masukkan bibit cabe merah beserta media tanamnya kedalam lubang tanam. Jaga agar media semai jangan sampai terpecah. Kemudian siram tanaman secukupnya untuk mempertahankan kelembaban. 5. PemupukanAdapun dosis pupuk yang digunakan adalah :- Urea 150 kg / ha- ZA 50 kg / ha- SP36 150 kg / ha- KCL 200 kg / haPemberian pupuk dasar diberikan saat 2-3 hari sebelum tanam dengan semua dosis pupuk SP36. Pupuk susulan pertama diberikan pada saat 10 hari setelah tanam sebanyak 1/3 masing-masing dosis pupuk Urea, Za dan KCL. Pupuk susulan kedua dan ketiga diberikan saat tanaman berumur 40 dan 70 hari setelah tanam., dengan dosis sama dengan pupuk susulan pertama. 6. Pemeliharaan dan PerawatanLakukan penyiraman ketika musim kering dengan cara penggenangan. Usahakan berhati-hati saat menyiram bibit ketika masih sangat mudah dan belum cukup kuat. Lakukan pemeriksaan satu sampai dua minggu sekali untuk melihat kondisi tanaman. Jika terdapat tanaman yang rusak atau mati, cabutlah segera dan gantikan dengan bibit yang baru.Setelah 1 bulan, lakukan pemotongan tunas untuk lahan pada dataran tinggi dan 3 minggu pada dataran rendah. Potonglah tunas yang terdapat pada ketiak daun. Lakukan pemotongan hingga tumbuh cabang utama yang ditandai dengan munculnya bunga pertama atau kedua. 7. PanenBudidaya cabe merah mulai bisa dipanen setelah berumur 75-85 hari setelah tanam. Proses pemanenan dilakukan dalam beberapa kali, tergantung dengan jenis varietas, teknik budidaya dan kondisi lahan.Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-5 hari sekali, disesuaikan dengan kondisi kematangan buah dan pasar. Buah cabe sebaiknya dipetik sekaligus dengan tangkainya untuk memperpanjang umur simpan. Buah yang dipetik adalah yang berwarna oranye hingga merah. Lakukan pemetikan pada pagi hari.Produktivitas budidaya cabe merah biasanya mencapai 10-14 ton per hektar, tergantung dari varietas dan teknik budidayanya. Pada budidaya yang optimal, potensinya bisa mencapai hingga 20 ton per hektar.(Serlina Yenti, SP / Admin Cybex Sungai Bungkal)