Loading...

budidaya jamur tiram ( pleurotus ostreatus )

budidaya jamur tiram ( pleurotus ostreatus )
budidaya jamur tiram ( pleurotus ostreatus ) kebutuhan jamur tiram pada saat ini sudah semakin tinggi. minat masyarakat pada jamur tiram sangat meningkat karena jamur tiram dapat di jadikan berbagai macam olahan. meningkatnya kebutuhan konsumsi jamur tiram menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat agar bisa menjadi sumber pendapatan bagi keluarga. dalam kegiatan budidaya jamur tiram ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu : 1). pemilihan bibit yang baik 2). pembuatan media tumbuh jamur 3). sterilisasi baglog 4) inokulasi baglog jamur tiram 5). inkubasi jamur tiram. pemilihan bibit bibit yang baik akan menentukan kualitas jamur tiram yang akan di budidayakan. untuk mendapatkan bibit yang baik yang perlu dilakukan yaitu : a). membibitkan sendiri bibit murni hingga mendapatkan f1 b). membeli dari instansi penyedia bibit yang terpercaya. pembuatan media tumbuh jamur media tumbuh yang akan digunakan untuk budidaya jamur harus benar-benar sesuai dengan syarat tumbuh jamur. media budidaya jamur yang digunakan pada umumnya berasal dari campuran dedak, serbuk gergaji, kapur pertanian. semua bahan yang akan digunakan dicampur dan di aduk hingga homogen, dengan penambahan air sekitar 60%. bahan-bahan yang telah tercampur dimasukan kedalam baglog dan siap untuk dilakukan sterilisasi. sterilisasi baglog sterilisasi sangat di perlukan dalam budidaya jamur, agar media yang akan digunakan benar-benar terbebas dari jamur-jamur yang tidak di inginkan. sterilisasi bisa dilakukan dengan pengukusan baglog menggunakan drum. susun baglog-baglog di dalm drum yang telah terisi air, tutup drum kemudian kukus baglog. dinginkan baglog sebelum dilakukan inokulasi bibit jamur. inolukasi baglog jamur setelah proses sterilisasi baglog jamur tiram selesai dilakukan, selanjutnya pindahkan baglog tersebut ke tempat inokulasi, biarkan selama 1×24 jam agar kembali ke suhu normal. pastikan bahwa sirkulasi udara di tempat tersebut berjalan dengan baik untuk mencegah baglog tercemar bakteri atau spora pathogen. tahapan-tahapan inokulasi jamur yaitu : siapkan botol bibit f3, lalu semprot dengan alkohol. selanjutnya mulut botol sebentar dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut buka kapas penyumbat botol, lalu aduk dengan benda yang sudah disterilkan di atas api pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher baglog tersebut, sekitar 10 gr bibit. tutup kembali baglog tersebut dengan kapas. inkubasi jamur tiram pada tahap inkubasi, jamur tiram harus diletakkan pada suhu ruang dengan rentang 22-28 derajat selsius. kelembapan yang dibutuhkan yaitu 60-70%. masa inkubasi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai tumbu miselium.kalau miselium ini sudah muncul, tutup pada jamur dibuang dan biarkan terbuka. jangan lupa semprot jamurnya setiap hari untuk menjaga kelembapan. dalam satu bulan jamur ini akan mulau tumbuh dan besar untuk bisa dipanen. oleh : eka susilowati,s.st