Loading...

BUDIDAYA MANGGA GARIFTA MERAH DI DESA SOPET SITUBONDO

BUDIDAYA MANGGA GARIFTA MERAH DI DESA SOPET SITUBONDO
Para pecinta buah mangga kini bisa merasakan mangga dengan rasa manis dan penampilan yang menggoda. Di Desa Sopet Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo telah dikembangkan mangga garifta merah, dengan penampilan yang menarik mangga dengan warna merah mampu menggugah selera pembeli, dengan rasa yang manis dan warna daging kuning serta aroma yang khas garifta. Bentuknya tidak bulat melainkan lonjong dan terlihat berparuh, sedangkan untuk dagingnya terbilang lunak dan juga lembut tanpa serat, dan aromanya sangat kuat. Budidaya garifta di Desa Sopet dikembangkan dengan cara sambung pucuk, dan tumbuh sangat baik. dengan jenis tanah gramosol dengan pengairan tadah hujan. Bibit yang mati atau pertumbuhannya kurang sehat secepatnya diganti dengan bibit yang baru dan sehat. Pada tahap permulaan bibit yang baru ditanami ini membutuhkan penyiraman yang sempurna, demikian pula supaya pertumbuhan tanaman baik perlu dilakukan penyiangan terhadap tumbuhan pengganggu disekitar tanaman. Dilakukan pada umur 1-1,5 tahun pada ketinggian 60 cm diatas tanah. Tunas yang tumbuh dipelihara 3 batang dan dipilih tunas yang sehat dan tumbuh keatas. Pemangkasan kedua dilakukan setelah umur 2 tahun pada saat musim hujan. Dilakukan dengan jarak 30-35 cm dari bekas pemangkasan pertama. Pemangkasan ke 3 dilakukan pada tahun ke 3 dengan tinggi pemangkasan 30-35 cm dari bekas pemangkasan ke dua.Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman pemupukan perlu dilakukan menurut tahap pertumbuhan tanaman Pupuk kandang sebanyak 1 sak/pohon. Kumbang penggerek cabang : larva merusak cabang pohon disertai gejala membengkaknya cabang. Diatasi : Arsenat timbal 1 %.Kumbang penggerek buah : Buah yang terserang berbintik-bintik kulitnya, dalam buah terdapat larva, imago maupun pupa. Kutu putih : Serangan hama ini nampak seperti lapisan kapuk. Menyerang daun bagian bawah. Aulacophora : Hama ini sebangsa kepik, menyerang pucuk daun, dapat dikendalikan dengan racun perut. Gleosporium : Penyebab penyakit ini berupa cendawan, menyerang daun tanaman yang rimbun. Penyakit ini menyerang bagian batang, cabang, ranting, bunga dan buah muda. Diplodia : Timbul pada saat udara kering, serangannya tidak langsung yaitu melalui luka pada bagian batang sehingga tanaman ini mengeluarkan getah. Tanaman mangga asal bibit okulasi akan berbunga pada umur 3-4 tahun dan pembuahan berlangsung antara pertengahan Agustus s/d Desamber. Tanda-tanda buah yang sudah bias dipetik, kalau buah itu langsung dikonsumsi ialah kulit buah yang semula berwarna hijau muda berubah menjadi hijau tua atau kebiruan. Setelah tanaman mangga berumur 4 tahun tanaman mangga mulai berbuah. demikian budidaya mangga garifta di Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. oleh : Tezzar Rulyanto, SP, MMA.