Loading...

Budidaya Padi Gogo dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair

Budidaya Padi Gogo dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair

Kegiatan Budidaya Padi Gogo dengan Pupuk Organik Cair

Oleh PPL Abung Surakarta Bekerja Sama dengan TNI
Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara
Tanggal: 15 Januari 2025


1. Latar Belakang

Budidaya padi gogo merupakan alternatif strategis dalam meningkatkan produksi pangan terutama di wilayah dengan keterbatasan irigasi. Kecamatan Abung Surakarta memiliki potensi lahan kering yang luas dan cocok untuk pengembangan padi gogo.
Pemanfaatan pupuk organik cair (POC) menjadi upaya vital untuk:

  • Memperbaiki struktur tanah

  • Menambah unsur hara secara ramah lingkungan

  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia

  • Mendukung pertanian berkelanjutan

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Abung Surakarta bekerja sama dengan TNI, sebagai bentuk dukungan bersama untuk ketahanan pangan daerah.


2. Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya padi gogo.

  2. Memperkenalkan dan mempraktikkan penggunaan pupuk organik cair.

  3. Meningkatkan produktivitas lahan kering melalui teknik budidaya yang tepat.

  4. Memperkuat kolaborasi antara PPL, petani, dan TNI dalam program ketahanan pangan.


3. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan

  • Lokasi: Lahan percontohan di Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara

  • Tanggal: 15 Januari 2025

  • Pelaksana: PPL Abung Surakarta bersama TNI dan kelompok petani setempat


4. Materi Teknis Budidaya Padi Gogo

A. Persiapan Lahan

  • Membersihkan gulma dan semak pada lahan kering.

  • Melakukan penggemburan tanah dengan alat sederhana (cangkul/hand tractor jika tersedia).

  • Membuat saluran drainase agar tidak terjadi genangan air.

B. Pemilihan Varietas

Varietas padi gogo yang umumnya direkomendasikan:

  • Inpago series (seperti Inpago 8, Inpago 12)

  • Varietas lokal adaptif wilayah Lampung

C. Penanaman

  • Pola tanam jarak 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm.

  • Penanaman dilakukan dengan tugal sedalam ±3 cm.

  • Benih direndam dan diseleksi terlebih dahulu untuk kualitas lebih baik.

D. Penggunaan Pupuk Organik Cair

Dosis dan Cara Aplikasi:

  1. Pra-tanam:

    • POC dicampur air dengan dosis 1:20 lalu disemprotkan ke lahan.

  2. Fase vegetatif (umur 10–20 HST):

    • Penyemprotan POC dengan konsentrasi 1–2 liter per tangki 16 liter.

  3. Fase generatif:

    • Aplikasi POC dosis ringan untuk merangsang pembentukan malai.

Manfaat POC:

  • Mempercepat pertumbuhan akar

  • Meningkatkan daya tahan tanaman

  • Mengoptimalkan penyerapan nutrisi

E. Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Menggunakan pengendalian hama terpadu (PHT).

  • Pemanfaatan pestisida nabati bila diperlukan.

  • Pemantauan rutin oleh PPL dan petani.

F. Panen

  • Dilakukan saat 90–95% malai menguning.

  • Panen dan perontokan disesuaikan dengan kondisi lahan kering.


5. Peran PPL dan TNI dalam Kegiatan

PPL Abung Surakarta

  • Memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis.

  • Menyiapkan materi pelatihan dan demonstrasi lapangan.

  • Mendampingi petani dalam setiap tahapan budidaya.

TNI

  • Mendukung operasional kegiatan di lapangan.

  • Membantu persiapan lahan dan tenaga dalam pelaksanaan.

  • Menguatkan program ketahanan pangan melalui sinergi dengan masyarakat.


6. Hasil dan Dampak Kegiatan

  • Petani memahami teknik budidaya padi gogo yang sesuai standar.

  • Penerapan pupuk organik cair mulai dilakukan pada lahan percontohan.

  • Terbentuknya komitmen kolaboratif antara PPL, petani, dan TNI.

  • Diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi padi gogo di wilayah Abung Surakarta.


7. Penutup

Kegiatan budidaya padi gogo menggunakan pupuk organik cair pada 15 Januari 2025 merupakan langkah nyata dalam peningkatan produktivitas lahan kering di Lampung Utara. Melalui kerja sama antara PPL, petani, dan TNI, diharapkan program pertanian berkelanjutan dapat terus berkembang dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Ditulis Oleh Diago Fajar Saputra, S.P. (PPL Abung Surakarta)