Loading...

Budidaya Padi Ramah Lingkungan

Budidaya Padi Ramah Lingkungan

Budidaya Padi Ramah Lingkungan

Disusun oleh : Mohamad Sarip Hidayat, S.P.

Budidaya padi ramah lingkungan adalah metode menanam padi dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia sintetis dan memaksimalkan potensi alam agar ekosistem sawah tetap terjaga, tanah tetap subur, dan hasil panen lebih sehat.

1. Mengapa Harus Ramah Lingkungan?

  • Kesehatan Tanah: Menghindari tanah menjadi keras (bantat) akibat kelebihan pupuk kimia.

  • Kesehatan Konsumen: Beras yang dihasilkan bebas dari residu pestisida berbahaya.

  • Keseimbangan Ekosistem: Predator alami (seperti laba-laba dan katak) tetap hidup untuk membantu mengendalikan hama.

  • Ekonomi: Mengurangi biaya pembelian pupuk dan pestisida pabrikan.


2. Langkah-Langkah Budidaya

A. Persiapan Benih dan Lahan

  • Benih Unggul: Gunakan varietas yang tahan terhadap hama lokal.

  • Pupuk Organik Dasar: Gunakan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang sempurna (minimal 2 ton/hektar) saat pengolahan tanah untuk memperbaiki struktur tanah.

B. Teknik Penanaman (Sistem SRI atau Jajar Legowo)

  • Jajar Legowo (2:1 atau 4:1): Memberikan ruang kosong di antara barisan tanaman untuk sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari, yang mengurangi kelembapan (mencegah jamur).

  • Bibit Muda: Menanam bibit pada usia 15–21 HSS (Hari Setelah Sebar) agar akar lebih kuat dan anakan lebih banyak.

C. Manajemen Pengairan (Intermittent/Berselang)

Jangan menggenangi sawah terus-menerus.

  • Manfaat: Menghemat air, memberi kesempatan akar bernapas (oksigen masuk ke tanah), dan mengurangi emisi gas metana.

  • Cara: Aliri sawah, biarkan sampai tanah pecah rambut, lalu aliri kembali.


3. Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

Alih-alih langsung menyemprot racun, gunakan prinsip Refugia dan Pestisida Nabati:

  1. Tanaman Refugia: Tanam bunga matahari, kenikir, atau sesbania di pematang sawah sebagai rumah bagi musuh alami hama.

  2. Pestisida Nabati:

    • Daun Mimba/Maja: Untuk mengusir serangga.

    • Gadung/Tembakau: Untuk mengendalikan hama pengisap.

  3. Mekanik: Mengambil telur penggerek batang secara manual atau menggunakan perangkap lampu (light trap).


4. Pemupukan Susulan yang Bijak

Gunakan prinsip 5 Tepat (Tepat Jenis, Dosis, Waktu, Cara, dan Sasaran).

  • Gunakan Bagan Warna Daun (BWD) untuk menentukan apakah tanaman benar-benar butuh tambahan urea, sehingga tidak terjadi pemborosan dan pencemaran air.


Kesimpulan

Bertani ramah lingkungan bukan berarti kembali ke cara kuno, melainkan menggunakan teknologi yang selaras dengan alam. Hasilnya memang tidak instan, namun dalam jangka panjang, tanah kita akan kembali subur dan keuntungan petani akan lebih stabil.