Stevia merupakan tumbuhan yang daunnya digunakan untuk bahan pembuatan gula atau pemanis alami. Bahan pemanis utama pada stevia ini adalah stevioside yaitu suatu glikosida diterpen yang sangat manis namun hampir tidak mengandung kalori. Tingkat kemanisan yang dimiliki stevia 200-300 kali lebih manis dibandingkan dengan gula tebu. Kelebihan dari stevia adalah tidak bersifat karsinogen dan juga rendah kalori, sehingga banyak diminati oleh orang yang sedang diet dan untuk bahan pemanis bagi penderita diabetes. Pengembangan stevia perlu dilakukan dalam rangka mencukupi kebutuhan gula dalam negeri, yang saat ini belum bisa dipenuhi dari gula kristal putih dan gula merah. Dengan pengembangan stevia, dapat mengurangi beban impor sehingga dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada pemanis, terutama untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Cara budidaya stevia sebagai berikut: a. Pembibitan Stevia Bibit stevia dapat diperoleh dari benih, stek, tunas dan kultur jaringan. Namun yang paling banyak digunakan yaitu pembibitan melalui stek karena lebih cepat dan praktis. Untuk pembibitan dengan menggunakan stek, perlu diberi naungan plastik kedap udara sehingga bersuhu rendah dan kelembaban udaranya mendekati 100%. Setelah berumur 3-4 minggu, bibit stek dapat dipindah tanamkan pada lahan yang telah disiapkan b. Penanaman Stevia Lahan digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak sebanyak 2 kali, agar memudahkan perkembangan akar tanaman stevia. Selain itu pH tanah perlu diukur, jika pH kurang dari 4.5 menunjukkan bahwa tanah terlalu masam dan perlu ditaburi dolomit secara merata hingga pH mencapai 5.5-7. Selanjutnya dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 100-125 cm, tinggi sekitar 20 cm dan untuk panjangnya dapat disesuaikan dengan lahan tanam. Untuk lahan yang berkontur miring, sebaiknya dibuat teras terebih dahulu. Jarak antar bedengan minimal 40 cm untuk pengairan. Seteleh dibentuk bedengan, selanjutnya bedengan dilapisi dengan mulsa plastik. Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 10 cm, dengan jarak tanam sekitar 25cmx25cm atau 30cmx30cm. Sebelum ditanam, lubang tanam diberi pupuk organik ( pupuk kandang atau pupuk kompos) dengan dosis sekitar 250 gram/lubang tanam, fungisida dan pestisida. Selanjutnya dilakukan penanaman bibit stevia pada musim hujan pada sore hari, untuk mencegah tanaman layu karena terik matahari. . c. Pemeliharaan Stevia Pemeliharaan tanaman stevia berupa pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit. Pemupukan dilakukan satu minggu setelah tanam, dengan pupuk urea, TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 1 gram/tanaman. Pemupukan ini kembali dilakukan setiap setelah panen. Pemangkasan dilakukan saat tanaman berumur sekitar 2 minggu. Pemangkasan dilakukan pada setiap ujung tanaman agar percabangan terbentuk dan produksi daunnya semakin banyak. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman stevia tergolong tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman stevia antara lain kutu daun Aphis sp (menyerang pucuk daun) dan ulat grayak Heliothis sp (menyerang daun). Sedangkan penyakit yang menyerang yaitu Cendawan Poria hypolateria(menyerang daun dan batang yang menyebabkan batang berwarna merah bata dan akhirnya layu, dan penyakit Sclerotium rolfsii serta Fusarium sp (penyebab layu fusarium). Untuk mengendalikan hama perlu dilakukan penyemprotan dengan insektisida, sedangkan ce ndawan dan fusarium sp dengan menyemprot fungisida. Cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan mengambil hama atau mengambil bagian tanaman yang terserang kemudian dimusnahkan agar tidak menyebar. d. Panen dan Pasca Panen Daun Stevia Tanaman stevia mulai dapat dipanen setelah berumur 45-60 hari setelah penanaman dan pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap 30-60 hari sekali. Pemanenan dilakukan sebelum tanaman stevia berbunga agar kadar gula tidak turun. Pemanenan yang terlambat dapat menurunkan kadar gula yang ada pada daun, untuk itu hindari keterlambatan dalam panen. Selain berdasarkan umur, saat mulai pemanenan dapat dilakukan dengan melihat ketinggian tanaman, yaitu tinggi tanaman sekitar 40-60 cm dan berdaun rimbun. Lakukan pemanenan stevia pada pagi hari, dengan cara memotong bagian batang atau tangkai sepanjang 10-14 cm dari permukaan tanah, selanjutnya batang tersebut dirompes dan diambil daunnya saja. Selanjutnya daun Stevia tersebut dikeringkan di bawah sinar matahari langsung selama 4-5 jam atau dengan alat pengering buatan. Jika sudah kering, daun tersebut dapat dikemas dan dijual kepada konsumen. (Sri Wijiastuti, Pusluhtan). Sumber Panduan Lengkap Cara Budidaya Stevia "Si Pemanis Alami" Dengan Mudah, oleh Mas As. 2021 Prospek Pengembangan Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai Pemanis Alami Rendah Kalori Substitusi Gula