Loading...

BUDIDAYA SAWI KAMPONG SABI SATIVE 212 DI LAHAN GAMBUT

BUDIDAYA SAWI KAMPONG SABI SATIVE 212 DI LAHAN GAMBUT
Sayuran sawi merupakan salah satu sayuran daun yang paling banyak ditanam petani pada lahan gambut di Sungai Selamat Dalam, Kelurahan Siantan Hilir, Kota Pontianak. Dalam satu hari diperkirakan tidak kurang dari 5 ton sayuran sawi diproduksi dari tempat ini. Sisanya adalah sayuran daun seperti bayam, kangkung, kucai, dan seledri. Jenis sawi terbaru yang diminta pedagang untuk ditanam adalah sawi kampung. Benihnya berasal dari Malaysia. Untuk satu bedengan ukuran 1,5x12 meter dapat menghasilkan 50 ikat sawi kampung. Hasilnya ditampung agen dengan harga Rp.4.000/ikat. Petani umumnya hanya mengelola lahan gambut seluas 0,25 hektar/KK atau 100 bedengan/KK. Tanaman sawi dipanen pada umur 30 hari setelah tanam. Karena jumlah bedengan 100 maka dalam satu hari petani mengelola 3 bedengan yang dipanen dan langsung tanam lagi untuk putaran hari berikutnya. Dengan model ini maka setiap hari petani menanam 3 bedengan dan memanen 3 bedengan. Hasil untuk sawi kampung 3 bedengan adalah 150 ikat dengan harga Rp.4.000/ikat menghasilkan penerimaan kotor Rp.600.000 per hari. Biaya tenaga kerja 2 orang sebesar Rp.150.000 dan biaya pupuk, benih, abu bakar Rp.150.000. Dengan kondisi ini petani masih dapat mengantongi penerimaan bersih Rp.300.000/hari. Pendapatan ini setara dengan Rp.9 juta/KK/bulan jauh diatas Upah Minimum Regional. Persemaian Persemaian dilakukan pada bedengan yang sudah disiapkan seperti diuraikan diatas.Jumlah benih sawi yang digunakan 0,25 ons per bedengan. Harga benih sawi ini di Pontianak Utara sekitar Rp.50.000,-/ons. Benih sawi ini disebar merata di atas bedengan lalu disiram air menggunakan gembor. Tutuplah benih sawi ini dengan potongan alang-alang panjang 10 cm kemudian ditutup lagi dengan lapisan abu yang tipis.Lakukan penyiraman di atas bedengan setiap pagi dan sore selama 2 hari berturut-turut. Penyiraman selanjutnya cukup dilakukan 2 hari sekali tergantung pada cuaca. Pemupukan dilakukan 15 hari setelah benih ditabur. Campurannya terdiri dari abu bakar 2 kg ditambah tepung kulit udang kering 1 kg untuk tiap bedengan persemaian.Rawatlah persemaian hingga berumur 18-20 hari. Pemindahan benih Setelah persemaian berumur 18-20 hari mulailah dilakukan seleksi bibit dan pemindahan bibit ke bedengan baru yang sudah disiapkan. Seluruh bibit harus sudah tertanam pada hari ke 25 setelah tebar.Jarak tanam yang umum digunakan adalah 10 x 17 cm.Untuk menjaga kelembaban maka tutuplah dengan mulsa dari bahan alang-alang sebanyak 1-2 ikat per bedengan.Bila tidak turun hujan dilakukan penyiraman. Penyiraman biasa dilakukan 2 hari sekali atau tergantung cuaca. Pemupukan pertama dilakukan 10 hari setelah tanaman dipindah ke bedengan baru. Campuran pupuk yang digunakan adalah 5 kg abu bakar ditambah 5 kg pupuk kotoran ayam dan 2 kg tepung kulit udang per bedengan.Pemupukan kedua dilakukan 15-20 hari setelah tanaman dipindah ke bedengan baru. Campuran pupuk yang digunakan sama yaitu 5 kg abu bakar ditambah 5 kg pupuk kotoran ayam dan 2 kg tepung kulit udang per bedengan. Campuran ini volumenya setara dengan 2 ember kecil.Agar daun sawi nampak hijau biasanya petani menambahkan pemupukan dengan urea. Dosisnya adalah 2 (dua) genggam urea per bedengan. Tiap genggam urea dicampurkan pada satu gembor air volume 20 liter yang digunakan untuk menyiram sawi. Penyiraman ini menggunakan satu pikul air atau 2 gembor dengan total volume air 40 liter ditambah urea 1 (satu) genggam per gembor isi 20 liter. Bila dosis urea berlebihan daun sawi akan nampak lebih hijau tetapi rasanya akan menjadi pahit. Pengendalian hama Jenis hama yang paling banyak menyerang tanaman sawi di Siantan Hilir, Pontianak Utara, adalah ulat gantung dan ulat pucuk.Jenis pestisida yang digunakan umumnya adalah klorantaniliprol dengan merk dagang Prevathon yang aplikasinya disesuaikan dengan anjuran pada label kemasan pestisida.Dalam praktek biasanya pestisida ini juga dicampur dengan fungisida Dithane M-45 untuk mengendalikan jamur dengan dosis dan aplikasi sesuai dengan anjuran pada label kemasan fungisida. Pemanenan Panen sawi hijau biasanya sudah dapat dilakukan pada umur 18-20 hari setelah tanaman dipindah dari persemaian ke bedengan baru.Pemanenan dilakukan dengan cara dipotong di dekat pangkal batang. Produksi normal pada musim kemarau sekitar 20-30 kg/bedengan dan musim penghujan antara 7.5-15 kg/bedengan. Bila harga bagus maka produksinya dapat ditingkatkan dengan meningkatkan dosis pemupukan abu bakar, pupuk organik kotoran ayam, dan tepung kepala udang agar produksi dapat mencapai 40-50 kg/bedengan. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Barat) Sumber : Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., BPTP Kalimantan Barat. Gelar Teknologi Pengelolaan Lahan Gambut Tanpa Pembakaran Lahan di Desa Tunggal Bhakti, Kabupaten Sanggau.