BUDIDAYA TANAMAN PALA A. Tanaman Pala (Myristica fragrans houtt) Pala merupakan tanaman rempah-rempah yang berasal dari Maluku. Pohon Pala tersebar juga di daerah tropis lainnya seperti: Mauritius dan Karibia (Pulau Grendala). Istilah pala dipakai untuk nama biji pala yang diperdagangkan. Sentra penanaman pala menyebar di Sulawesi, Irian Jaya, Aceh, dan Maluku. Beberapa jenis pala yang tumbuh di Indonesia antara lain:- Myrictica fragrans Houtt- Myrictica argentea ware- Myrictica fattua Houtt - Myrictica specioga ware- Myrictica sucedona BL- Myrictica malabarica LamB. Syarat Tumbuh1. Syarat Iklim- Tinggi tempat 0—700 m/dpl- Suhu udara 20?C-30?C- Curah hujan 2.656 mm/tahun - Jumlah hari hujan 167 hari sepanjang tahun- Bulan kering 10 hari hujan dengan sekurang-kurangnya 18 mm2. Syarat Tanah- Tanah Gembur subur banyak hujan- pH tanah 5,5—7,0- Tata udara/tanah baik kedalaman air 50—200 cm C. Perbanyakan Tanaman Pala1. Dengan cara Generatif (alami)Perbanyakan Generatif ialah secara alami melalui biji,Keuntungan :- Menghasilkan bibit lebih banyak daya tumbuh mencapai 100%- Perkaran tanaman yang dihasilakan kokoh dan kuat.- Cara perbanyakan mudah- Biaya lebih murahKelemahan- Masa berproduksi lama- Buah yang dihasilakan belum tentu baik/sesuai yang diinginkanPersiapan Biji Pala- Pemilihan biji yang baik berasal dari pohon induk yang baik berumur±30 tahun berbuah lebat dan produktif- Tahan terhadap hama penyakit- Biji berasal dari buah yang tua, tidak cacat dan tidak rusak- Biji dibersihkan dari daging buah dengan cara dikupas Penyemaian Biji Pala- Dilakukan dengan cara biji disemai berjejer dengan jarak 5 cm x 5 cm kemudian ditutup dengan pasir tebal 2 cm.- Penyiraman dilakukan pada umur 10—15 hss- Benih yang telah tumbuh tunas dipindahkan ke polybag yang telah mempunyai 1—2 pasang daun.- Media dicampur pupuk kandang, pasir, tanah, perbandingan 1:1:1.- Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100 cm, panjang 200 cm.- Bedengan perlu dibuat naungan untuk mengurangi penguapan.2. Dengan cara Vegetatif (buatan manusia)Perbanyakan vegetative ialah perbanyakan dengan cara perlakuan manusiaKeuntungan :- Umur remaja relatife lebih pendek- Batang tanaman relative pendek- Memiliki sifat yang mirip induknyaKelemahan :- Perbanyakan tanaman sulit- Daya keberhasilan rendah- Perakaran tanaman lemah- Biaya mahal D. PENANAMANJarak tanaman penanaman pala adalah 10 m x 10 m, sebelum tanaman pala ditanam dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm, lubang diisi dengan kompos.E. Hama Penyakit 1. Penyakit Busuk KerangDisebabkan oleh jamur Stigmina myrtaceae. Gejala banyak buah yang terinfeksi ditemukan bercak coklat atau hitam kehijauan.2. Penyakit Busuk BasahDisebabkan oleh jamur Collecotrichum gloespori Odes Penezig pada buah yang trerinfeksi terjadi pembuahan warna coklat daging buah busuk, lunak dan berair/kebasah-basahan. Pengendalian dengan cara dipangkas dan disemprot fungisida (derosol Go sebanyak 0,1% —0,2% )F. PemupukanDilakukan pada saat awal musim hujan, dosisi yang dibutuhkan yaitu : 120 kg N/Ha, 100 Kg P2OS/Ha, 150 Kg K2O/HaG. Panen Tanaman pala mulai berbuah pada umur 7—8 tahun dengan produksi sudah menguntungkan. Buah pala dapat dipanen setelah umur 6 bulan sejak dari bunga. Tanda –tanda panen jika sebagian pala dari satu pohon sudah merekah. Produktivitas bias mencapai 482,8 Kg/Ha. (Mursalin, A.Md. Penyuluh PNS. WKPP Kampung Baru Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung