PENDAHULUAN Siapa yang tak pernah melihat binatang lucu ini? Ya, kelinci memang merupakan salah satu hewan yang asyik untuk dipelihara, selain bentuknya yang lucu dan menggemaskan, kelinci ternyata juga menyimpan prospek yang luar biasa untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan dari tahun ke tahun permintaan kelinci pedaging maupun sebagai binatang peliharaan semakin meningkat. Kelinci pedaging atau ternak kelinci untuk konsumsi memiliki prospek yang luar biasa. Kandungan kolesterol daging kelinci lebih rendah, namun kandungan protein yang ada di kelinci sama seperti yang ada di sapi. Pemeliharaan ternak kelinci dapat diintegrasikan dengan penanaman sayuran yang terdapat di pekarangan. Hal ini dimaksudkan agar sisa sayuran dapat dimanfaatkan sebagai pakan kelinci, sedangkan limbah dari pemeliharaan kelinci berupa urine dan feses dapat dijadikan pupuk untuk penanaman sayuran. PEMILIHAN BANGSA DAN BIBIT KELINCI Jenis kelinci penghasil daging adalah : Vlaams, New Zealand White, dan Californian. Bibit kelinci yang baik mempunyai karakteristik sebagai berikut: Pergerakan lincah dan aktif; Mempunyai nafsu makan yang tinggi; Performans tubuh seimbang; Mata bulat bercahaya, selaput mata bersih, pandangan tajam dan cerah; Telinga lebar dan panjang minimal 10 cm; Bagian-bagian yang berlubang (hidung, mulut, telinga, dubur) terlihat bersih; Berkaki normal; Berbadan bulat, berdada lebar, dan padat; Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata; Ekor terlihat kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring; Tanda lain untuk induk betina adalah mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang beranak, mempunyai pinggang yang lebar dan jumlah puting susu paling sedikit 8 buah. PENGELOLAAN KANDANG KELINCI Hal yang perlu diperhatikan dalam penempatan kandang kelinci: a) Kandang tidak boleh dekat dengan selokan atau tempat pembuangan sampah. b) Posisi kandang sebaiknya di tempat mendatar, tidak berada di lingkungan lereng bukit sehingga mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh adanya angin. c) Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan rumah, yaitu berjarak sekitar 10-20 m, untuk memudahkan dalam mengontrol kondisi kelinci. d) Mendapat sinar matahari pagi dan terlindungi matahari siang. e) Keberadaan kandang terjaga dan nyaman, suhu yang baik yaitu berkisar antara 15 “ 22 0C. Untuk menjaga kebersihan kandang, lantai sebaiknya terbuat dari semen sehingga mudah dialiri air dan mudah untuk dibersihkan. Hal ini diperlukan agar urin dan kotoran kelinci dapat dibersihkan, diangkut dan ditampung untuk kemudian dapat dimanfaatkan.Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi tiga yaitu: a) Kandang induk dewasa atau induk dan anak-anaknya. b) Kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar. c) Kandang anak lepas sapih. Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi: a) Kandang sistem postal, yaitu kandang tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda. b) Kandang sistem ranch, yaitu kandang yang dilengkapi dengan halaman pengumbaran. c) Kandang battery, yaitu kandang yang mirip dengan sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor kelinci. Kandang battery dapat dibuat bertingkat atau dapat juga berbentuk Piramid. PEMBERIAN PAKAN KELINCI DAN AIR MINUM Pakan kelinci sangat beragam jenisnya, mulai dari pakan alami maupun pakan buatan (konsentrat/pellet). Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari. Konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar pukul 10:00 setelah pembersihan kandang dan 1/3 bagian hijauan diberikan pada siang hari sekitar pkl 13:00 dan 2/3 bagian hijauan diberikan pada sore hari sekitar pkl 18:00. Sebelum diberikan pada ternak hijauan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu dengan cara membiarkan/diangin-anginkan pada ruangan di sekitar kandang. Melalui proses pelayuan zat racun yang terkandung pada hijauan dapat dikurangi. Selain itu pelayuan dapat menurunkan kadar air hijauan yang sangat basah, dimana hijauan yang basah dapat mengakibatkan kembung (bloat) dan mencret (enteritis) pada kelinci. Untuk tanaman yang bergetah dapat dilakukan pencacahan terlebih dahulu. Pencacahan dilakukan dengan memotong-motong hijauan sepanjang 2?3 cm dengan cara manual atau mekanis. Jenis rumput/tumbuhan yang cocok untuk pakan kelinci antara lain: a) Sayuran: hampir semua sayuran baik deberikan kepada kelinci, seperti; kangkung, bayam, daun ubi, wortel dan lain-lain. b) Daun kacang-kacangan atau leguminosa, seperti daun lamtoro, daun kacang panjang, kacang tanah, rumput polong-polongan dan lainnya. c) Buah-buahan, dalam jumlah sedikit dan tidak terlalu sering diberikan akan sangat baik diberikan untuk kelinci. Untuk kebutuhan air minum disediakan secara ad libitum, biasanya kandang kelinci sudah dilengkapi dengan pipa air minum yang mempunyai nipple sehingga kelinci dapat minum setiap saat. (Umming Sente)