Bupati Bengkalis diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, Aulia dan turut hadir Kepala Dinas yang didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, Hadiri Pekan Nasional Tani Nelayan (Penas) XVI Tahun 2023 di Lapangan Lanud Sultan Syahril Padang Sumatera Barat (10/06/2023) Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVI Sumatera Barat (Sumbar) dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo yang diwakili Menko Perekonomian Arlangga Hartato secara daring yang terpusat di Lanud Sutan Sjahrir, Kota Padang (10/6/2023). Peresmian ditandai dengan pemukulan Gandang Tambua oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sumbar dan Ketum KTNA Nasional Sofyan Hadi. Forum Akbar PENAS tersebut diikuti oleh 23.000 peserta se-tanah air yang terdiri dari petani, nelayan, pemuda tani, penyuluh, peneliti, stakeholder, masyarakat umum, petani ASEAN. Hadir pada acara pembukaan tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Ketua KTNA Nasional Yadi Sofyan Nur, 14 gubernur dan 293 bupati walikota. Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Indonesia merupakan ajang berkumpul dan bersilahturahmi bagi para kontak tani, nelayan dan petani hutan untuk saling memperlihatkan pencapaiannya selaku pelaku utama dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Kegiatan PENAS digagas oleh para tokoh tani, nelayan sejak 1971 dan menjadi wadah pertemuan kontak tani, nelayan dan petani hutan untuk saling mengisi dan memperkuat kepemimpinan agribisnis di tingkat petani, nelayan dan petani hutan. Dengan mengusung tema “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Indonesia Pangan Lumbung Berkelanjutan Pangan Dunia Menuju 2045”. Kegiatan Penas Tani XVI diharapkan dapat memberi motivasi kepada petani nelayan lainnya, untuk saling berinteraksi dan bersinergi dalam memanfaatkan sumber daya alam pertanian yang tersedia di daerah masing-masing. Dengan ajang ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Meningkatkan produksi, mandiri dan berdaya saing dan akhirnya menjadi lumbung pangan dunia. Khususnya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan terkait perbaikan mutu produksi pertanian dan peningkatan pendapatannya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani nelayan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Dedi Nursyamsi menyampaikan kunci keberhasilan pembangunan pertanian tidak lain adalah peningkatan produktivitas. Tujuannya adalah menyediakan pangan bagi 280 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani serta menggenjot ekspor. Swasembada pangan bisa kembali diraih melalui koloborasi dan sinergitas dari berbagai pihak. Semuanya berbagi peran, baik pemerintah, peneliti, penyuluh maupun petani. Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan RI, Muhammad Amin selaku panitia penyelenggara mengatakan bahwa Temu Sukses Petani dan Penyuluh ini adalah untuk memotivasi, membuka cakrawala berpikir, serta memacu prestasi Kontak Tani Nelayan dan penyuluh, baik penyuluh PNS maupun swadaya serta petani perikanan dan kehutanan.