Tomat ( Solanum lycopersicum ) adalah salah satu jenis sayuran yang digemari masyarakat, karena buah tomat dapat dikomsumsi langsung sebagai makanan segar, dimasak ataupun dikalengkan. Tiap 100 gram buah tomat mengandung antara lain vitamin A 1500 IU, Posfor 20 mg, Protein 2 gram serta karbohidrat 4,2 gram. Tomat dapat ditanam di tanah dataran rendah maupun dataran tinggi. Saat penanamannya yang paling baik ialah pada musim kemarau atau menjelang musim kemarau. Pada musim hujan buah dan daun tomat mudah diserang peyakit phytophthora infestans. Tomat dapat dibedakan atas beberapa jenis antara lain. : 1. Jenis tomat yang tumbuh di dataran tinggi, yaitu : a. Tomat apel ~ Buahnya besar, bentuknya bulat seperti buah apel b. Tomat godol ~ Buahnya lebih kecil dari toat apel, bentuknya lonjong, kulit buah tebal c. Tomat anggur ~ Buahnya sebesar kelereng, buahnya tersusun dalam tandan, tanamannya merambat. 2. Jenis tomat yang tumbuh di dataran rendah, maupun di dataran tinggi, antara lain a. Tomat intan atau ratna. ~ Buahnya berbentuk apel, tanamannya pendek, tidak banyak memerlukan air, tahan terhadap penyakit layu bakteri. b. Tomat berlian ~ Bentuk buahnya bulat telur, tanamannya pendek, tahan terhadap penyakit layu, tetapi peka terhadap busuk daun. c. Tomat AV. 15 ~ Bentuk buahnya bulat, batang pendek dan tidak banyak cabang, tahan terhadap penyakit layu, peka terhadap busuk buah. SYARAT TUMBUH 1. Iklim Menghendaki iklim dan musim yang kering. Musim tanam yang baik ialah pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Suhu optimum untuk siang hari 18 - 27 C dan malam hari 15 - 20 2. Tanah Dapat tumbuh pada tanah dataran rendah sampai dataran tinggi yaitu ketinggian 100 – 1.300 m diatas permukaan laut. Menghendaki struktur tanah yang gembur, sarang ( sedikit mengandung pasir ). Banyak mengandung humus atau bahan organik. PH tanah 5 – 6. PENANAMAN 1. Pengolahan tanah a. Tanah tempat penanaman tomat harus dipersiapkan dan diolah sebaik – baiknya. Alangkah baiknya apabila tanah tersebut diberi pupuk organic yang dicampur merata, tetapi jangan sekali – kali menggunakan pupuk yang belum masak benar sebab justru akan membawa bermacam – macam penyakit. b. Pengolahan tanah dilakukan 2 - 4 minggu sebelum tanam, untuk mendapatkan struktur tanah yang baik, tanah dicangkul sedalam 20 - 25cm dan dilakukan sebanyak 2 kali. c. Pembuatan bedengan pertanaman Buat garitan sedalam 5 cm, lebar 20 cm dan panjang 300 – 500 cm Kemudian masukkan pupuk kandang sebanyak 30 – 40 kg/m Timbun kembali garitan sedemikian rupa sehingga tinggi guludan 20 cm Jarak antara bedengan 50 cm. 2. Penanaman secara langsung. Letakkan benih + 10 biji di atas bedengan dengan jarak 50 cm. Lakukan penyiraman secukupnya. Usahakan agar benih tidak terbawa air s Dalam waktu 7 hari, benih sudah mulai berkecambah. Biarkan bibit tumbuh sampai 25 hari, kemudian dilakukan seleksi, caranya cabut dan tinggalkan 2 tanaman tiap rumpun dengan ciri – ciri tanaman sehat bebas dari hama dan penyakit. 3. Penanaman secara tidak langsung a. Melalui pesemaian di bedengan Buat bedengan pesemaian dengan lebar 1 m, panjang menurut kebutuhan Bedengan menghadap ke timur dan membujur arah Utara – Selatan. Untuk mencegah air hujan atau sinar matahari langsung, berilah atap p Benih ditaburkan dengan tipis dengan jarak barisan penaburan 5 – 10 cm, kemudian ditutup tipis dengan tanah halus. b. Melalui pesemaian di pot/ kantong plastik. Isi pot dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 atau 2 : 1. Dalam tiap pot disemaikan 1 -2 biji tomat. Setelah tanaman berumur 4 -6 minggu dapat dipindahkan ke kebun atau pertanaman yang sempit dapat ditanam langsung. Setelah bibit berumur 15 hari dapat dipindahkan kebumbungan daun pisang atau kantong plastik. Selanjutnya dapat dipindahkan ke kebun atau bedengan pertanaman setelah berumur 3 -4 minggu. Selain cara tersebut diatas, bibit dapat langsung dipindahkan ke kebun atau bedengan pertanaman tanpa pembubunan terlebih dahulu dengan umur bibit + 4 minggu. c. Penanaman Lobang tanam disiapkan seminggu sebelum tanam Jarak penanaman: 50 x 60 cm untuk jenis dataran rendah 50 x 80 cm untuk jenis tanah dataran tinggi. Penanaman yang baik dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari kelayuan atau kematian tanaman. Setelah bibit ditanam pada lobang pertanaman, tanah disekitar tanaman ditekan condong kea rah akarnya, untuk lebih tegaknya tanaman. Kemudian siran dengan air secukupnya. Untuk melindungi tanaman dari terik matahari dan hujan lebat dapat dibuatkan pelindung dari pelepah pisang. Pelindung dipasang disebelah barat tanaman hingga pada waktu pagi tanaman mendapatkan sinar matahari sebanyak – banyaknya. Pelindung tersebut dilepas setelah tanaman berumur 5 – 7 hari dipertanaman. PEMELIHARAAN TANAMAN 1. Penyiraman Lakukan penyiraman tiap pagi dan sore hari. Jika tanaman sudah cukup dilakukan satu kali saja. Penyiraman perlu dilakukan dengan hati – hati agar tidak merobohkan t Usahakan penyiraman tidak sampai mengenai daun atau buah. 2. Pemupukan Sebelum tanam, beri pupuk kandang sebanyak 10 – 20 ton per hektar atau 0,5 – 1 kg pertanaman. Pupuk TSP dengan dosis 2,5 – 3 kwintal perhektar atai 12 – 15 kg per tanaman diberikan 2 -3 hari sebelum tanam. Berikan pupuk Urea dengan dosis 0,8 – 1 kwintal per hektar atau 4 – 5 gr per tanaman. Untuk pemupukan pertama bersamaan waktu tanam. Pemupukan kedua dilakukan satu bulan setelah pemupukan pertama dengan dosis yang sama. Pupuk diberikan dalam lubang pada jarak 5 – 10 cm dari batang. Pada waktu tanaman tomat berbuah yang pertama kali harus dilakukan pemupukan N sebanyak 20 -30 kg per hektar dan Urea sebanyak 50 – 60 kg per hektar. Bagi tanah –tanah berpasir dapat diberikan pupuk N sebanyak 50 – 100 kg/ha atau 100 – 200 kg Urea, 3. Penyulaman Bila ada tanaman yan mati atau pertumbuhannya kurang baik, segera sulam dengan tanaman baru. Usahakan bibit tanaman pengganti, pertumbuhannya subur dan masih seumur dari tanaman yang diganti 4. Penyiangan dan Pembumbuman Penyiangan dilakukan bersama dengan pembumbuman yaitu setelah tanaman berumur 30 hari. Caranya gulma di buang, sedangkan tanah disekitarnya di bumbun pada sekitar tanaman. 5. Pemberian Ajir ( lanjaran ) Bahannya dapat dibuat dari bamboo atau tali Ajir digunakan untuk menghindari rebahnya pohon ketanah dan memudahkan pemeliharaannya Pasang ajir pada waktu tanaman berumur satu bulan atau tanaman mencapai tinggi + 40 cm. 6. Pemberian Mulsa Tanah disela –sela tanaman tomat perlu ditutup dengan mulsa agar tanah tetap lembab dan gembur, tidak banyak terjadi penguapan air, mengurangi tumbuhnya rumpur – rumput liar. Bahan yang digunakan antara lain plastic, jerami, atau rumuput yang sudah kering,di tebarkan pada sekitar tanaman. 7. Pemangkasan Tunas Muda : Lakukan pemangkasan tunas muda untuk menghindari terjadinya buah yang k Caranya : potong tunas mudayang tumbuh diantara batang dan cabang daun u Pemangkasan dilakukan sekali atau dua kali sebulan. Batang : Lakukan pemangkasan untuk mendapatkan buah yang besar dan cepat masak. Pemangkasan dilakukan sekali atau dua kali sebulan. Pangkas bagian pucuk yaitu cabang ketiga pada batang pokok atau cabang kelima pada kedua cabang yang dibiarkan hidup. HAMA DAN PENYAKIT 1. Hama a. Ulat tanah ( Agrotis ipsilon ) Ulat ini berwarna hitam Menyerang tanaman muda yang baru dipindahkan. Memakan batang yang masih muda, meyebabkan pangkal batang t Pemberantasannya , dengan penyemprotan Insektisida dursban,dll. b. Ulat Penggerek Buah ( Heliotis Armigera ) Ulat ini berwarna merah tua sampai hijau Menyerang buah tomat yang masih muda, sehingga setelah buah tua akan menjadi busuk. Pemberantasannya, dengan penyemprotan insektisida Bayrusil 2. Penyakit a. Busuk Daun ( Phtopthora infestans ) Penyebab cendawan Menyerang tanaman pada semua umur. Gejalanya, semua permukaan daun menjadi berwarna abu – abu. Pemberantasannya, dengan penyemprotan fungisida Dithane M 45 dll. b. Bercak Daun ( Alternaria solani ) Penyebab cendawan Menyerang tanaman pada semua umur Gejala serangan, berupa lingkaran-lingkaran berwarna coklat sampai hitam pada daun. Pemberantasannya, dengan penyemprotan fungisida Dithane M 45 dll. c. Kapang Daun ( Clodosporium Fulvum ) Penyebab, cendawan Menyerang tanaman muda dipesemaian atau tanaman tomat yang t Gejalanya ; berupa bintik klorosis pada permukaan daun sebelah atas, sedangkan pada permukaan daun sebelah bawah kuning kehijauan. Pencegahan, kurangi kelembaban di sekitar tanaman. d. Gugur Daun Penyebab, cendawan Menyerang daun muda Gejala serangan; daun-daun yang telah tua menguning kemudian menjalar ke daun muda, sehingga gugur. Pencegahan; pengaturan kelembaban tanah serta menanam varietas resisten (tahan). e. Penyakit layu Penyebabnya, cendawan fusarium oxyporum dan bakteri Pseudomonas solanacearum. Menyerang tanaman baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi Gejala, serangan yang disebabkan Fusarium oxyporium; layu pada sebagian sampai seluruh bagian tanaman yang disertai warna terang pada urat daun, sedangkan tangkai daun terkulai. Gejala serangan yang disebabkan oleh Pseudomonas solamaceaerum; layu mendadak pada seluruh bagian tanaman. Bila serangan hebat batang menjadi busuk, berair, akhirnya tanaman mati. Penyakit ini masih sulit diberantas. Karena itu tanaman yang terserang harus segera dibakar agar tidak menyerang tanaman lain. Penulis: Andi Magfiranur, SP (PPL Kota Parepare) Sumber: Anonim, 1985. Petunjuk Singkat Bercocok Tanam Sayuran. Departemen Pertanian Balai Informasi Pertanian Aceh. Aceh Hendro Sumaryono, 1977. Budidaya Tomat. PT Soeroengan. Jakarta. www.sedulurtani.com