Kepala BPTP Kalimantan Barat mengunggah ke group Whatsapp BPTP Kalimantan Barat sebuah video yang viral karena isinya adalah pengemasan cabe kering yang di dalam tumpukan cabe kering tersebut terdapat banyak tikus. Banyak yang menjadi ciut hatinya khawatir makanan yang dikonsumsi selama ini tidak hygienis. Hal ini yang mendorong penulis untuk melakukan upload tentang Teknik Pembuatan Saus Cabe Merah dengan bahan tambahan tepung maizena yang mudah diperoleh di warung terdekat. Masalahnya belum banyak industry pengolahan saus cabai. Jika produksi cabe meningkat tajam tetapi industry pengolahannya terbatas maka perlu alternative lain pengolahan cabai. Salah satunya adalah membuat cabai kering.Balai Penelitian Sayuran, Lembang, merekomendasikan pembuatan cabai kering menggunakan oven. Selain pengeringan tradisional (penjemuran) dan pengeringan buatan menggunakan sinar matahari, pembuatan cabai kering juga dapat dilakukan menggunakan alat oven. Oven merupakan alat yang sangat mudah dalam penggunaannya. Alat ini menggunakan sumber panas dari tenaga listrik. Siswoputranto (1973) melaporkan bahwa cabai merah yang dibelah pengeringannya lebih cepat dibandingkan dengan cabai yang dikeringkan dalam bentuk utuh. Untuk menghasilkan kadar air 5-8% cabai merah utuh yang dikeringkan pada suhu 60°C membutuhkan waktu 20-25 jam, sedangkan cabai yang dibelah membutuhkan waktu 10-15 jam. Keuntungan dengan pengeringan oven antara lain suhu dan kelembaban dapat diatur, ukuran oven dapat disesuaikan dan dapat bekerja siang malam.Urutan Kerja Pembuatan Cabai Kering 1. Cabai dipilih yang berwarna merah dan sehat. Bila cabai yang dikeringkan berasal dari buah yang kurang tua atau masih kehijauan yaitu warna merah pada cabai belum mencapai 60%, akan menghasilkan cabai kering yang berwarna keputih-putihan, sedangkan cabai yang mulai membusuk akan menghasilkan cabai kering yang berwarna kehitam-hitam. 2. Selanjutnya tangkai dibuang dan dicuci kehitam-hitaman.3. Cabai merah yang dikeringkan dapat berbentuk utuh maupun dibelah.4. Untuk mencegah perubahan warna sebelum dikeringkan, dilakukan pencelupan ke dalam air panas yang suhunya mendekati titik didih (sekitar 90°C), atau ke dalam air panas yang telah ditambahkan larutan antioksidan kalium metabisulfit 0,2% atau peredaman dalam larutan Dipsol yang terdiri campuran dari kalium karbonat (KCO3), minyak kelapa 1%, gum akasia 1% dan BHA (Butylate hydroxy anysole 0,001%). Perendaman dilakukan selama 6 menit. 5. Selanjutnya cabai yang telah direndam diangkat dan ditiriskan, lalu dikeringkan dengan oven. Setelah kadar air mencapai ± 12% cabai kering dapat diangkat lalu dikemas.6. Cabai yang sudah kering dapat dibuat tepung dengan cara digiling. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Barat Sumber: Nur Hartuti dan R.M. Sinaga. 1997. Pengeringan Cabai. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Monograph nomor 8. 12 halaman