Loading...

CARA PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEBU

CARA PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN TEBU
Gulma tumbuh di sela barisan tanaman tebu sangat mengganggu sehingga mengakibatkan umumnya tanah tidak subur dan menurunkan produktivitas. Pada pertanaman tebu lahan sawah,gulma dapat menurunkan bobot tebu sampai 53%, sedangkan di lahan tegal penurunannya berkisar 22-45% (Sri Mulyaningsih dan Subiyakto, 2015)Kerugian-kerugian gulma antara lain mengadakan persaingan dengan tanaman pokok, mengotori kualitas produksi pertanian, menimbulkan allelopathy, mengganggu kelancaran pekerjaan para petani, sebagai perantara atau sumber hama dan penyakit, mengganggu kesehatan manusia, menaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian dan menurunkan produktivitas air (Erni Noviana, 2011). Gulma yang dijumpai pada tanaman tebu antara lain gulma berdaun sempit dan gulma berdaun lebar. Gulma yang berdaun sempit antara lain tuton (Echinochloa), teki (Cynodon dactylon), Leptochloa chinensis, Panicum repens, dan Cyperus rotundus (Sri Mulyaningsih dan Subiyakto, 2015). Sedangkan gulma berdaun lebar terdiri dari spesies-spesies class Dicotyledonae, termasuk didalamnya marga-marga Euphorbiaceae, Amaranthaceae, Asteraceae, Mimosaceae, Leguminoceae, Rubiaceae, Commelinaceae, dan sebagainya (Erni Noviana, 2011)Sesuai UU No.12 Tahun 1992 tentang Sistem budidaya Tanaman, perlindungan tanaman dilaksanakan dengan pengendalian hama terpadu. Perlindungan tanaman diprioritaskan pada penggunaan cara-cara nonkimiawi seperti yang dijabarkan dalam PP No. 6 Tahun 1996. Oleh karena itu, pengendalian gulma pada pertanaman tebu diprioritaskan menggunakan cara budidaya dan mekanis, serta cara kimiawi apabila cara lain tidak mampu lagi (Sri Mulyaningsih dan Subiyakto, 2015).Prinsip pengendalian gulma ialah tidak perlu sampai bersih, sekitar 15% penutupan gulma masih dapat ditoleransi tanaman. Pengendalian sampai bersih justru kurang efektif karena gulma penghasil nektar yang berfungsi sebagai inang parasitoid dan predator hama akan hilang. Pengendalian gulma difokuskan pada saat tanaman tebu berumur 3-4 bulan karena lebih dari 4 bulan sudah mampu bersaing dengan gulma.Pengendalian gulma secara budidaya1. Pengolahan tanah sampai gembur dengan kedalaman minimal 50 cm. Cara pengolahan tanah seperti ini akan memisahkan bagian-bagian gulma seperti umbi dan rhizoma sehingga mudah diambil atau akan terkena sinar matahari.2. Pengaturan drainase untuk mempermudah penanganan gulma. Gulma yang tumbuh pada genangan air akan mempersulit penanganannya dan memerlukan biaya yang mahal untuk pengendaliannya.3. Tumpang sari tebu dengan tanaman palawija, misalnya kedelai dan kacang tanah.4. Pengaturan kerapatan atau jarak tanam menjadi lebih sempit. Namun, perlu dipertimbangkan agar kerapatan tanaman tidak menurunkan hasil tebu.5. Penutupan lahan dengan mulsa atau klaras tebu untuk menghambat pertumbuhan gulma,juga dapat mengurangi penguapan air tanah dan menambah bahan organik tanah. Pengendalian gulma secara mekanisPengendalian ini dapat dilakukan secara manual dengan tangan maupun dengan alat dan mesin. Penyiangan gulma dengan tangan atau alat sederhana, gulma dikumpulkan di suatu tempat lalu dimusnahlkan. Sedangkan penyiangan dengan mesin seperti weeder rake juga dapat menjadikan tanah lebih gembur. Selain menggunakan weeder rake, dapat pula menggunakan rotavator untuk gulma yang tumbuh rapat, dan spinner weeder yang berfungsi mencabut gulma di antara juringan tebu. Pengendalian gulma secara kimiawiPengendalian ini dilakukan apabila cara budidaya dan mekanis tidak mampu mengendalikan gulma. Pengendalian dengan herbisida harus menggunakan konsentrasi yang sesuai dengan anjuran karena penggunaan konsentrasi yang berlebih menyebabkan daun mengalami fitotoksis dan menjadi kering seperti terbakar. Beberapa jenis herbisida yang direkomendasikan untuk gulma pada tanaman tebu yaitu 2,4 D dimetil amina 865 gr/lt, ametrin 485 gr/lt, ametrin 500 gr/lt, ametrin 80%, parakuat diklorida 276 gr/lt, diuron 80,36%, dan diuron 500 gr/lt. Disusun : Ely Novrianty (BPTP Lampung) Sumber : Erni Noviana. 2011. Jenis dan Sebaran Gulma di Kebun Tebu. http://www.endikaerni.blogspot.co.id Diakses pada 17 Februari 2016. Sri Mulyaningsih dan Subiyakto. 2015. Pengendalian Gulma pada Pertanaman Tebu. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Volume 37 Nomor 2.