Dalam melakukan budidaya kacang kedelai pastilah ada masalah yaitu gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) disamping gangguan hama dan penyakit juga gulma. Kebiasaan petani di Desa Tanjungsari, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes ini menanam kedelai kurang memperhatikan gangguan gulma, apalagi hama dan penyakit.Oleh karena itu perlu penekanan kepada kelompok tani untuk mengedepankan pengamatan gangguan OPT dan mengatasi rumput sebagai gulma dan kalau ini di abaikan tentu tanaman terganggu dan produksi kedelai merendah.Lah kali ini kita akan membahas tentang hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang kedelai dan cara pengendaliannya sebagai berikut : Hama Kacang Kedelai1. Ulat Jengkala. Ciri-ciri HamaUlat Chrydeixis chalcites Eisper, disebut juga ulat jengkal atau ulet lompat. Tubuh ulat berwarna hijau dengan garis berwarna cerah pada sisinya.b. Gejala SeranganSerangan ulat jengkal meninggalkan tanda yang berupa bekas gigitan. Fase ulat berlangsung sekitar 11-13 hari, dan kemudian menjadi pupa. Pupa yang berada di dalam tanah atau di bawah daun diliputi oleh benang halus berwarna putih. Setelah 7 hari, dari pupa keluar ngengat yang berwarna cokelat, di tepi daun muda, yang makin lama makin ke tengah, hingga akhirnya hanya tersisa tulang daunnya. Hama dapat pula menyerang bagian yang lunak misalnya ujung tanaman atau buah muda.c. PengendalianUlat jengkal dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut.• Pengendalian secara biologis dilakukan dengan melepas musuh alaminya yaitu Apanteles sp. dan Listomastix sp.• Pemberantasan secara kimiawi dilakukan menggunakan insektisida yang sesuai dengan dosis yang dianjurkan.2. Ulat Polonga. Ciri-ciri HamaUlat penggerek polong (Etiella zinckenella T) yang berkepala hitam ini mula-mula memiliki tubuh yang berwarna hijau pucat, kemudian menjadi kemerahan. Tubuh ulat polong berbentuk silindris dengan panjang sekitar 15 mm.b. Gejala SeranganSerangan ulat penggerek polong menyebabkan permukaan polong tampak diselubungi benang-benang putih yang apabila disingkap, akan nampak larva hama di dalamnya. Pada kulit polong yang terserang nampak adanya titik hitam atau cokelat tua bekas tempat masuknya hama. c. PengendalianUlat penggerek polong yang menyerang dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut.• Penanaman dilakukan serempak atau dengan selisih waktu kurang dari 30 hari.• Dilakukan pergiliran tanaman dengan tanaman selain kaeang-kacangan.• Digunakan obor untuk menarik perhatian ngengat, sehingga apabila ngengat mendekat akan mati terbakar.• Pemberantasan secara kimia menggunakan insektisida dengan dosis sesuai anjuran. Penyakit Kacang Kedelai1. Karat Dauna. Penyebab PenyakitPenyakit karat daun ini disebabkan oleh cendawan Phacopsora pachyrhizi syd.b. Gejala SeranganPenyakit karat daun ini lebih sering menyerang daun tanaman yang agak tua. Pada daun yang terserang, akan terjadi perubahan warna dari hijau menjadi cokelat, kemudian mengering dan rontok. Serangan pada biji menyebabkan biji kedelai menjadi hampa.c. PengendalianPenyakit karat daun dapat dikendalikan dengan cara berikut.• Penggunaan varietas yang tahan terhadap penyakit ini, yaitu varietas Wilis, Merbabu, Raung, Dempo, Krakatau, Tampomas, dan Cikurai.• Perendaman benih dalam larutan fungisida.• Pengendalian secara kimia dengan penggunaan fungisida yang sesuai dengan anjuran.2. Kerdila. Penyebab PenyakitPenyakit kerdil disebabkan oleh Soybean Dwarf Virus (SDV) dan Soybean Yellow Mosaic Virus (SYMV).b. Gejala SeranganSerangan SDV menyebabkan tanaman kerdil, warna daun lebih hijau dibanding daun normal, daun muda tampak keriting dan kasar. Gejala serangan SYMV menyebabkan terjadinya perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning belang terutama pada bagian pucuk. Selanjutnya, tanaman menjadi kerdil, daun menjadi berbelang-belang kuning, hijau muda, atau hijau tidak merata.c. PengendalianPenyakit kerdil dapat dikendalikan dengan cara berikut.• Penanaman varietas kedelai yang tahan terhadap serangan Aphis sp., misalnya varietas Orba dan Wilis.• Pemusnahan tanaman yang terserang.• • Penyemprotan dengan penyemprotan pestisida yang sesuai dengan anjuran.