Loading...

Cara Penggunaan BWD Waktu Sebenarnya (real time)

Cara Penggunaan BWD Waktu Sebenarnya (real time)
Pemberian pupuk N berdasarkan nilai pembacaan BWD yang sebenarnya (real time), yaitu penggunaan BWD dimulai ketika tanaman berumur 14 HST, kemudian secara periodic diulangi 7 “ 10 hari sekali sampai diketahui nilai kritis saat pupuk N harus diaplikasikan. Untuk kondisi Indonesia diasarankan menggunakan fixed time.1. Sebelum tanaman berumur 14 HST, tanaman diberi pupuk dasar N dengan dosis 50 -75 kg Urea per hektar.2. Pengukuran tingkat kehijauan daun padi dengan BWD dimulai pada saat tanaman berumur 25 “ 28 HST. Pengukuran dilanjutkan setipa 7 “ 10 hari sekali, sampai fase primordial (bunting). Khusus untuk padi hibrida dan padi tipe baru pembacaan BWD juga dilakukan sampai tanaman keluar malai atau 10 % berbunga.3. Pilih secara acak 10 rumpun tanaman yang sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.4. Taruh bagian tengah daun di atas BWD, lalu dibandingkan warna daun tersebut dengan skala warna pada BWD. Jika warna daun berada di antara dua skala warna BWD, maka digunakan nilai rata-rata dari kedua skala tersebut. (misalnya nilai warna daun terletak diantara skala 3 dan 4, maka nilainya 3,55. Pada saat mengukur daun tanaman dengan BWD, tidak boleh menghadap sinar matahari, karena dapat mempengaruhi nilai pengukuran. Agar nilai pengukuran lebih akurat, maka sebaiknya setiap pengukuran dilakukan pada waktu dan oleh orang yang sama.6. Jika lebih dari 5 dari 10 daun yang diamati warnanya dalam batas kritis atau nilai rata-ratanya kurang dari 4,0, maka tanaman segera dipupuk N dengan dosis: 50 “ 75 kg Urea per hektar pada musim hasil panen rendah (musim kemarau), 75 “ 100 kg Urea per hektar pada musim hasil tinggi (musim hujan), 100 kg Urea per hektar untuk padi hibrida dan padi tipe baru baik pada musim hasil panen rendah maupun tinggi.7. Apabila nilai warna padi hibrida dan padi tipe baru pada saat tanaman keluar malai dan 10 % berbunga warna daunnya berada pada skala 4 atau kurang, maka tanaman perlu dipupuk Urea dengan dosis 50 kg per hektar. Disusun Oleh : Gohan Octora Manurung, Suryani, Ely NovriantySumber : Petunjuk Teknis PTT Padi, BPTP Lampung