Perkawinan Pada Ternak Kelinci Perkawinan ternak kelinci sebaiknya dilakukan minimal setelah kelinci betina telah mencapai dewasa pada umur 5 bulan, apabila umurnya terlalu muda maka kesehatan kelinci dapat terganggu. Jika menggunakan pejantan pertama kali mengawini, maka sebaiknya dikawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin yang terbaik adalah pada pagi/sore hari dan dibiarkan hingga terjadi dua kali perkawinan, setelah itu baru pejantan dilepaskan.Kelinci betina jenis ukuran kecil normalnya juga bisa dikawinkan pada usia 5 bulan dan yang jantan pada usia 6 bulan. Kelinci betina jenis medium sebaiknya dikawinkan pada usia 6 bulan dan yang jantan pada usia 7 bulan. Kelinci betina jenis ukuran besar dikawinkan pada usia 8 bulan dan yang jantannya pada usia 9 bulan. Perbandingan yang umum dalam peternakan kelinci adalah satu ekor jantan untuk 10 ekor betina.Kelinci jantan dewasa dapat kawin sebanyak tujuh kali dalam seminggu secara efektif dan biasanya dalam 1 hari kelinci jantan dapat kawin lebih dari dua kali. Kelinci betina dapat dikawinkan lagi pada hari ke 7 “ 14 setelah melahirkan sehingga hal ini dapat memperpendek selang baranak. Perkawinan sebaiknya dilakukan secara alami, karena cara ini akan memberi hasil kehamilan tertinggi dan merupakan cara yang umum dilakukan pada ternak kelinci. Perkawinan dilakukan dengan jalan membawa kelinci betina ke kandang jantan, dan bukan sebaliknya. Jika terbalik, kelinci jantan tersebut akan diserang oleh kelinci betina sehingga kelinci jantan akan lemah atau kalau tidak diserangpun kadang-kadang kelinci jantan akan menghabiskan waktunya untuk mengendus seluruh bagian kandang betina. Apabila betina belum siap menerima pejantan maka sebaiknya betina dikumpulkan bersama pejantan dalam waktu 2 x 24 jam di dalam kandang pejantan.Beberapa induk menolak dikawinkan padahal alat reproduksinya sudah siap untuk kawin. Hal tersebut dapat diatasi dengan melaksanakan kawin sodor. Kawin sodor dilakukan dengan cara membawa kelinci betina ke kandang kelinci jantan, lalu tangan kanan memegang lipatan kulit leher dan tangan kiri disodorkan di bawah kedua kaki belakang. Vulva kelinci berada di antara ibu jari dan telunjuk, selanjutnya kelinci jantan akan ereksi dan vulva di arahkan tepat kearah penis kelinci pejantan yang ereksi tersebut dan biarkan sampai kelinci jantan jatuh terkulai ke kiri atau ke kanan kelinci betina. Setelah 7 hari dikawinkan, biasanya janin di dalam rahim betina akan mulai tumbuh. Namun masa kehamilan pada umur 7 hari belum bisa dideteksi sebab ciri-cirinya belum jelas. Baru pada hari ke-14, ciri-ciri kelinci hamil akan lebih mudah untuk dideteksi. Adapun ciri kelinci hamil adalah sebagai berikut: a) Kelinci yang sedang hamil tak mau lagi dikawinkan dengan kelinci pejantan bahkan beberapa betina cenderung galak pada kelinci jantan. b) Pada bagian mulut terlihat warna kemerah-merahan. c) Kelinci betina yang hamil akan mudah menjadi stress dan bahkan sering juga merusak kandangnya sendiri. d) Kelinci yang sedang hamil akan selalu merasa lapar sehingga tampak pola konsumsinya yang meningkat. e) Saat usia kehamilan menginjak hari ke-17, perut kelinci sudah bisa diraba. Perut yang membuncit menunjukkan tanda-tanda keberadaan bayi kelinci. f) Pada saat kehamilan mencapai umur 23 - 29 hari, induk kelinci mulai tampak sering gusar dan hidungnya tampak semakin merah. Sementara itu perutnya tanpa diraba akan terlihat buncit. g) Kelinci biasanya melahirkan pada usia kehamilan 28 - 34 hari. Pada masa tersebut kelinci akan terlihat sangat gelisah. h) Kelinci yang hendak melahirkan biasanya bulunya akan mengalami kerontokan.Ada sebuah teknik khusus yang bisa digunakan untuk mengenal kelinci hamil/bunting atau tidak yaitu dengan menggunakan teknik perabaan atau palpasi. Teknik ini bisa dilakukan ketika kelinci dikawinkan 10 hari sebelumnya, atau terutama pada kelinci yang hamil untuk kedua atau ketiga kalinya, maka sangat mudah untuk menggunakan teknik palpasi daripada kelinci yang baru pertama kali hamil.Langkah-langkah untuk melakukan teknik perabaan adalah sebagai berikut:a) Tempatkan kelinci pada bidang datar dengan ketinggian yang nyaman, bisa digunakan meja makan atau meja yang lain. Kemudian letakan telapak tangan pada permukaan meja. Satu tangan memegang bagian kepala kelinci sambil menekannya secara lembut agar kelinci terlihat membungkuk. Kemudian dorong telapak tangan kebagian bawah perut kelinci dengan posisi telapak menghadap kebawah. b) Setelah telapak tangan berada dibawah perut kelinci, kemudian balik telapak tangan menghadap keatas dengan hanya mengangkat pergelangan tangan, posisi jari dan ibu jari tetap berada di sisi sebelumnya. Lakukan tekanan sambil meraba dengan seluruh jari pada perut Kelinci. c) Untuk membedakan antara kotoran dengan embrio, yaitu kotoran memiliki tekstur yang keras, akan terasa pada bagian perut yang mendekati tulang belakang sedangkan embrio adalah bertekstur gel (kenyal) dan biasanya bisa ditemukan pada bagian tengah perut. Melakukan teknik perabaan pada masa kehamilan yang telah melewati 2 minggu adalah lebih mudah untuk menemukan embrio dibandingkan yang baru berumur 10 hari karena pada janin yang berusia 2 minggu biasanya embrio sudah mulai turun ke bawah. Jika pada usia 2 minggu belum juga ditemukan adanya kehamilan, maka Kelinci tersebut sebaiknya dikawinkan kembali. Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beberapa penyakit yang biasanya menyerang ternak kelinci termasuk cara pencegahan dan pengobatannya, adalah sebagai berikut : - Bisul; disebabkan karena terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Pengobatannya yaitu bisa dengan cara pembedahan dan setelah itu darah yang kotor dikeluarkan, selanjutnya diberi Yodium.- Kudis; disebabkan karena Darcoptes scabie, gejala yang ditemui yaitu adanya koreng ditubuh kelinci. Pengendalian atau pengobatanya adalah dengan cara memberikan antibiotik berupa salep pada permukaan kulit kelinci yang terkena penyakit kudis tersebut atau bisa juga disuntik dengan Wormectin atau Ivomec.- Penyakit telinga; disebabkan karena kutu yang menyerang pada telinga kelinci (korepan). Penyakit ini biasa diobati dengan cara meneteskan minyak nabati pada telinga kelinci tersebut.- Eksim; disebabkan karena adanya kotoran yang menempel pada kulit. Cara mengobati yaitu bisa menggunakan salep atau bedak Salicyl.- Penyakit kulit kepala; disebabkan karena jamur yang membuat semacam sisik pada kepala. Cara pengobatan yaitu dengan menggunakan bubuk Belerang.- Penyakit Mata; disebabkan karena bakteri dan debu yang menyebabkan mata kelinci basah dan berair setiap saat. Penyakit ini bisa diobati dengan menggunakan salep mata.- Mastitis; biasanya terjadi pada kelinci indukan. Penyakit ini menyebabkan putting susu kelinci mengeras dan panas bila dipegang. Cara pengendalian penyakit ini adalah dengan tidak menyapih anak kelinci terlau cepat atau mendadak.- Pilek; disebabkan karena virus, gejalanya yaitu hidung kelinci berair terus-menerus. Cara pengendaliannya adalah dengan penyemprotan antiseptik pada hidung kelinci.- Radang paru-paru; disebabkan karena bakteri Pasteurella multocida. Gejala yang dialami adalah nafas kelinci menjadi sesak, mata dan telinga menjadi bewarna kebiruan. Cara pengendaliannya adalah diberikan minum Sul-Q-nox.- Berak darah; disebabkan karena protozoa Eimeira. Gejala yang dialami adalah nafsu makan kelinci berkurang bahkan tidak mau makan sama sekali, tubuh menjadi kurus, perut membesar dan diare darah. Cara pengendaliannya adalah melalui pemberian minum obat sulfaquinxalin dengan dosis sebanyak 12 ml dalam 1 liter air. Penulis : Umming Sente, S.Pt