Dari Petani untuk Petani: Inovasi Hand Traktor Duduk
Latar Belakang
Pengolahan lahan merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan usaha tani, khususnya pada komoditas padi dan palawija. Pengolahan lahan yang tepat dan tepat waktu sangat menentukan keberhasilan tanam serta produktivitas hasil pertanian. Selama ini, petani umumnya menggunakan hand traktor roda dua yang dioperasikan dengan berjalan kaki di belakang mesin. Penggunaan alat tersebut membutuhkan tenaga fisik yang cukup besar dan berpotensi menimbulkan kelelahan, terutama bagi petani yang mengelola lahan luas atau memiliki keterbatasan fisik.
Berdasarkan kondisi tersebut, muncul inovasi hand traktor duduk yang dikembangkan oleh petani di Desa Linonggasai Bernama Muh. Solehan yang juga sebagai ketua kelompok tani Puungguma. Inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan untuk menciptakan alat pertanian yang lebih nyaman, efisien, dan sesuai dengan kemampuan petani.
Tujuan
Tujuan dari penerapan inovasi hand traktor duduk adalah:
Deskripsi Inovasi
Inovasi hand traktor duduk merupakan modifikasi dari hand traktor roda dua yang telah disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan. Modifikasi yang dilakukan meliputi penambahan rangka dan tempat duduk bagi operator, serta penyesuaian ukuran dan kekuatan mesin agar lebih stabil dan bertenaga.
Dengan adanya tempat duduk, operator dapat mengendalikan traktor dalam posisi duduk sehingga tidak perlu lagi berjalan di belakang mesin. Pengendalian alat menjadi lebih ergonomis, stabil, dan mudah dioperasikan. Selain itu, ukuran traktor yang lebih besar memungkinkan alat bekerja secara optimal pada berbagai kondisi lahan.
Manfaat
Penerapan inovasi hand traktor duduk memberikan berbagai manfaat, antara lain:
Sasaran
Sasaran penerapan inovasi hand traktor duduk adalah petani pengguna alat dan mesin pertanian, khususnya petani padi dan palawija di Desa Linonggasai dan wilayah sekitarnya. Inovasi ini juga berpotensi untuk dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain dengan kondisi agroekosistem yang serupa.
Penutup
Inovasi hand traktor duduk di Desa Linonggasai merupakan contoh teknologi tepat guna yang lahir dari kebutuhan dan pengalaman petani di lapangan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan kerja, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas usaha tani. Melalui peran penyuluh pertanian dan pemanfaatan Cyber Extension sebagai media diseminasi informasi, inovasi ini diharapkan dapat dikenal lebih luas dan diadopsi oleh petani di daerah lain sebagai upaya mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan terwujudnya swasembada pangan
Penyusun: Wawan sasmawan.a , S.P (BPP Wonggeduku Barat)
Maret-April 2025