Sebagian besar masyarakat di pedesaan sudah tidak asing lagi dengan tanaman lamtoro, Salah satu manfaat lamtoro bisa dimanfaatkan oleh para peternak lokal yaitu sebagai pakan hijauan untuk ternak. Tanaman lamtoro mengandung nilai protein yang sangat tinggi, sehingga baik untuk pertumbuhan ternak, khususnya sapi. Lamtoro mampu menjadi pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi hewan ternak ruminansia seperti kambing dan sapi. Lamtoro atau tanaman yang biasa dikenal dengan sebutan petai cina merupakan tanaman jenis polong-polongan, banyak ditemukan di pinggir jalan dan kebun-kebun tertentu. berasal dari Amerika Tengah dan dikirimkan ke Jawa pada awalnya untuk kepentingan kehutanan dan pertanian. walaupun memiliki kandungan protein yang sangat tinggi pemeberian daun lamtoro untuk ternak tidak boleh diberikan secara berlebihan karena tanaman lamtoro memiliki anti nutrisi yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid pada ternak, juga mengandun asam sianida yang berpotensi menyebabkan keracunan akut. Zat anti nutrisi Iainya yang terkandung di dalam Iamtoro yaitu asam sianida (HCN) yang berpengaruh buruk karena dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid pada ternak. Asam sianida dapat menyebabkan keracunan akut (mematikan) dan keracunan kronis. Pada dosis rendah HCN yang masuk dalam tubuh ternak dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menurunkan kesehatan ternak Menurut Wina (1982) penambahan daun Iamtoro sampai dengan 30% pada domba yang diberi ransum dasar rumput gajah menunjukkan nilai koefisien cerna protein, bahan organik dan energy yang lebih tinggi daripada kaliandra dan gamal. Sedangkan pemebrian daun lamtoro untuk ternak sapi dapat di berikan sampai 20% -60% dari hijauan/ rumput Sumber Bacaan berbagai sumber Penyusun : Suryani