Demplot budidaya kedele dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Tolongio seluas 0,2 Ha dan Desa ilangata seluas 0,80 Ha. Jadi total luasan yang dilakukan adalah 1 Ha. 1. Persiapan Lahan Pertama yang dilakukan adalah pembukaaan lahan yang meliputi pembabatan,kemudian disusul dengan pembajakan tahap pertama dan kedua dengan kedalaman olah kurang lebih 30 cm. 2. Persiapan Benih Benih kedelai yang digunakan adalah kedelai varietas orba dengan daya kecambah kurang lebih 80 %, bebas dari campuran varietas lainnya dan kadar air kurang lebih 14 %. 3. Penanaman Penanaman tanaman kedelai dilakukan dua tahap di masing - masing desa yaitu tangggal 16 juli di Desa Tolongio dan tanggal 15 Agustus di Desa Ilangata. Penanaman kedelai dilakukan pada pagi hari dengan jarak tanam 30 x 30 cm dan kedalaman lubang kurang lebih 3 sampai 5 cm dengan jumlah benih 2 sampai 3 biji perlubang. 4. Pemeliharaan a) Pemupukan Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam yaitu pupuk granul dengan dosis 250 kg/Ha, pemberian pupuk susulan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam dan pemupukan susulan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 35 hari setelah tanam. b) Pembubunan dan Penyiangan Pembubunan dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan batang tanaman serta memperbaiki aerase tanah sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan proses photosintesa tanaman baik pula.pembubunan dilakukan pada umur tanaman 2 minggu setelah tanam.dan setiap kali pembubunan dilakukan dalam selang waktu 2 minggu sekali.penyiangan gulma dilakukan dalam selang waktu 1 minggu sekali.tergantung keberadaan gulma pada lahan pertanaman. c) Pengendalian Hama dan Penyakit Pada pertanaman kedelai ditemukan beberapa macam hama seperti belalang,ulat polong. akan tetapi keberadaan hama tersebut belum masuk dalam kategori merugikan atau melewati tingkat ambang ekonomi sehingga tidak perlu dilakukan penanggulangan maupun pemberantasan dengan kimia,akan tetapi hanya dijaga kebersihan dari areal pertanaman itu sendiri. Sehinnga hama yang ada tidak berkembang dengan pesat. d) Panen Kedelai dipanen pada umur 3 bulan setelah tanam, yaitu dengan ciri - ciri tanaman sudah menguning daunnya dan polongnya sudah kering. Pemanenan dilakukan dengan cara di babat atau dipangkas dengan menggunakan arit. e) Pasca Panen Yang dilakukan setelah panen adalah penyemuran kedelai. Hal ini bertujuan untuk memudahkan perontokan polong.kedelai dijemur kurang lebih 3 sampai 5 hari.tergantung dari intensitas matahari.setelah dijemur dilakukan perontokan dengan mesin perontok.akan tetapi belum tersedianya alat perontok kedelai maka hanya dilakukan perontokan manual yaitu di pukul; didalam karung sampai kedelai keluar dari kulitnya. Analisis B/C ratio usaha tani kedelai seluas 1 ha, disajikan dalam tabel berikut : No I. input Satuan Biaya riil dikeluarkan Biaya diperhitungkan 1. Pengolahan tanah 2. Penanaman 3. Pemupukan 4. Pembubunan 5. Penyiangan 6. Panen 7. Pengangkutan 8. Penjemuran 9. Perontokan Sarana Produksi - Benih 20 Kg - Pupuk Organik Radja - Pupuk Organik Granul 2 x 5 x Rp 75.000 1 x 17 org x Rp 25.000 2 x 2 org x Rp 60.000 3 x 8 org x Rp 40.000 2 x 4 org x Rp 40.000 2 x 7 org x Rp 40.000 1 x 1 org x Rp 175.000 3 x 2 org x Rp 50.000 2 x 4 org x Rp 50.000 20 x @ Rp 12.500 10 x @ Rp 50.000 80 x @ Rp 2.500 Rp 750.000 Rp 425.000 Rp 240.000 Rp 960.000 Rp 320.000 Rp 560.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 400.000 Rp 250.000 Rp 500.000 Rp 200.000 Rp 50.000 Rp 25.000 Rp 65.000 Rp 45.000 Total Biaya --------- Rp. 5.205.000.- Rp. 185.000,- 3. Penerimaan : Output a. Produksi 1500 Kg b. Harga Jual Rp 6000.- Rp 9.000.000.- Total Output Rp 9.000.000.- ----- ----- B/C ratio = 1.66 Melihat kelayakan usaha pada B/C ratio tersebut, maka budidaya tanaman kedelai di kecamatan Anggrek layak untuk diusahakan karena tambahan manfaat pada penerimaan lebih besar dari tambahan biaya. sehingga dengan perbandingan tersebut untuk jangka panjang jika tetap mengusahakan budidaya kedelai tetap akan memberikan keuntungan sebab mempunyai B/C ratio sebesar 1.66. Hal ini menunjukkan bahwa tambahan pemasukan yang diperoleh sebesar 1.66 kali tambahan biaya yang dikeluarkan. 2. Pendapatan Usahatani Tabel : Pendapatan usaha tani budidaya kedelai disajikan dalam tabel berikut : No Jenis Biaya Nilai Biaya 2 Penerimaan Total (TR) Biaya Total (TC) Rp. 9.000.000,- Rp. 5.390.000,- 3 Pd = TR - TC Rp. 3.610.000,- Pada pendapatan usahatani budidaya kedelai menunjukkan penerimaan total usahatani sebesar Rp. 9.000.000,- dan biaya total atau total cost sebesar Rp. 5.390.000,- sehingga pendapatan bersih dari usahatani tersebut sebesar Rp. 3.610.000,- yang merupakan selisih dari penerimaan total dan total cost.