Pendahuluan Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan terpenting setelah padi dan jagung. Pemanfaatan kacang kedelai ini banyak diolah menjadi produk olahan seperti kecap, tahu, tempe dan susu kedelai, sehingga permintaan kedelai setiap tahunnya mengalami peningkatan. Disisi lain, produksi kedelai dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Hal ini disebabkan tidak ada lahan khusus untuk pertanaman kedelai, karena biasanya pertanaman kedelai dilakukan setelah pertanaman padi serta terjadinya persaingan yang ketat penggunaan lahan pertanaman dengan komoditas lainnya seperti jagung dan cabai. Selain itu, produksi yang turun juga disebabkan masih rendahnya produktivitas kedelai ditingkat petani yang disebabkan penggunaan varietas unggul yang kurang bermutu. Usaha peningkatan produksi terus diupayakan Pemerintah melalui penambahan areal tanam baru (PATB) dibawah tegakan tanaman perkebunan. Saat ini rata-rata produktivitas kedelai nasional berdasarkan analisis produktivitas jagung dan kedelai Indonesia tahun 2021 sebesar 16,70 ku/ha, sedang dari hasil penelitian dengan menerapkan inovasi teknologi, salah satunya penggunaan varietas unggul baru dapat mencapai > 2 ton/ha. Varietas unggul merupakan satu usaha komponen teknologi dalam usaha meningkatkan produktivitas dan produksi kedelai. Penggunaan varietas unggul perlu disesuaikan dengan lokasi pengembangan kedelai dan preferensi konsumen. Saat ini, Pemerintah sedang mengembangkan kedelai pada areal dibawah tegakan tanaman perkebunan, yang berarti lahan penanaman otomatis berada dibawah naungan, sehingga varietas unggul yang digunakan juga yang toleran naungan. Selain itu, produsen tempe dan tahu selaku konsumen umumnya mencari kedelai unggul dengan ukuran biji besar untuk bahan bakunya serta petani mencari varietas kedelai yang memiliki potensi produksi tinggi. Kedelai Denasa dari Balitkabi Balitbangtan, menjadi alternative yang cocok dikembangkan pada lahan dibawah tegakan tanaman perkebunan dan menjadi jawaban produsen tahu dan tempe serta petani kedelai, karena selain toleran naungan juga memiliki potensi produksi >3 ton/ha dan ukuran bijinya besar. Kedelai Denasa memiliki keunggulan melebihi varietas yang telah dilepas sebelumnya yaitu varietas Dena 1 dan Dena 2 yang juga toleran naungan, antara lain karakter bobot biji yang tergolong besar, karena bobot per 100 biji, melebihi ukuran di atas rata-rata biji kedelai sebelumnya yaitu lebih dari 14 gram serta potensi hasilnya yang tinggi. Kedelai Denasa 1 Varietas unggul kedelai Denasa 1 dilepas oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2021. Denasa 1 memiliki potensi hasil 3,42 t/ha, rata-rata hasil 2,25 t/ha dengan umur berbunga 33 hari dan umur panen 83 hari serta tinggi tanaman 49,3 cm. Denasa 1 memiliki ukuran biji yang besar 18,09 gram, bentuk biji bulat dengan kecerahan kulit biji kusam. Kedelai Denasa 1 memiliki warna hipokotil ungu, warna epikotil hijau, warna bunga ungu, warna kulit polong coklat, warna kulit biji kuning muda serta bentuk daunnya oval meruncing. Varietas unggul Denasa 1 memiliki kandungan protein 36,39% BK dan kandungan lemak 19,60% BK. Denasa 1 Agak tahan terhadap penyakit karat, hama ulat grayak dan hama pengisap polong, rentan terhadap hama penggerek polong serta sangat toleran terhadap naungan 50%. Kedelai Denasa sesuai untuk lahan dibawah tegakan dengan tingkat naungan maksimal 50%. Jaral antara tanaman kedelai dengan tanaman pokok ±60 cm. Kedelai Denasa 2 Varietas unggul kedelai Denasa 2 juga dilepas oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2021. Denasa 2 memiliki potensi hasil lebih tinggi dari Denasa 1 yaitu 3,43 t/ha, rata-rata hasil 2,31 t/ha. Kedelai Denasa 2 termasuk genjah dengan umur berbunga 33 hari dan umur panen 78 hari. Tinggi Denasa 2 adalah 51,3 lebih tinggi dari Denas 1. Denasa 2 memiliki ukuran biji yang lebih besar dari Denasa 1 yaitu 18,55 gram, bentuk biji lonjong dengan kecerahan kulit biji kusam. Denasa 2 memiliki warna hipokotil ungu, warna epikotil hijau, warna bunga ungu, warna kulit polong coklat, warna kulit biji kuning muda serta bentuk daunnya segitiga. Kedelai unggul Denasa 2 memiliki kandungan protein 34,11% BK leboh rendah daari Denasa 1 dan kandungan lemak 20,63% BK lebih tinggi dari Denasa1. Varietas ini agak tahan terhadap penyakit karat dan hama ulat grayak, rentan hama pengisap polong dan hama penggerek polong serta toleran terhadap naungan 50%. Kedelai Denasa 2 sesuai untuk lahan dibawah tegakan dengan tingkat naungan maksimal 50%. Jaral antara tanaman kedelai dengan tanaman pokok ±60 cm. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Indonesia, 2021. Analisis Produktivitas Jagung dan Kedelai di Indonesia, 2021 (Hasil Survei Ubinan). Jakarta Kepmentan No. 56/HK.540/C/02/2021 tentang Pelepasan Calon Varietas kedelai Grob/IAC-453-7 Sebagai Varietas Unggul Dengan Nama Denasa 2. Deskripsi Kedelai Varietas Denasa 2 Kepmentan No. 57/HK.540/C/02/2021 tentang Pelepasan Calon Varietas Kedelai IBK/Argop-296-10 Sebagai Varietas Unggul Dengan Nama Denasa 1. Deskripsi Kedelai Varaietas Denasa 1. Penyusun : Ir. Sari Nurita, Penyuluh Pertanian BPSIP Kalimantan Barat