Pengembangan sektor tanaman pangan merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Selain berperan sebagai sumber penghasil devisa yang besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Padi merupakan komoditas strategis dan menjadi Prioritas Nasional dalam RPJMN 2020-2024 dengan Indikator Priorotas Nasional ketersediaan beras. Namun perubahan iklim global berpotensi mengancam ketersediaan produksi, mutu hasil pertanian, serta efesiensi distribusi pangan. Perubahan iklim global juga menyebabkan rentannya ketahanan pangan yang dapat berdampak negatif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Sebagai solusi untuk menanggulangi dampak negatif perubahan iklim, Pemerintah menerapkan strategi melalui pertanian cerdas iklim (CSA). Salah satu teknologi CSA adalah pemilihan varietas padi unggul terhadap dampak perubahan iklim (DPI). Varietas ini diharapkan memunyai produktivitas yang tinggi, toleran terhadap cekaman perubahan iklim, tahan terhadap hama penyakit serta tidak berdampak pada peningkatan emisi gas rumah kaca. Penggunaan benih padi varietas unggul tahan terhadap DPI disertai dengan penerapan teknologi CSA, diharapkan dapat berkontribusi pada meningkatkan produktivitas, produksi dan mutu hasil komoditas tanaman pangan. Oleh karena itu ketersediaan benih padi perlu terus ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan di lapangan dan mudah diakses petani Mengingat pentingnya arti benih dalam kegiatan dan peningkatan ketahanan pangan, maka perlu diciptakan suatu kondisi perbenihan yang dapat mendukung ketersediaan benih varietas unggul tahan terhadap DPI secara 6 (enam) tepat yaitu varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi dan harga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan optimalisasi sistem perbenihan yang telah dibangun, meliputi subsistem penelitian, pemuliaan dan pelepasan varietas; subsistem produksi dan distribusi benih; subsistem sertifikasi dan pengawasan mutu benih; serta subsistem penunjang. Benih padi unggul yang adaptif terhadap DPI diantaranya: Varietas rendah emisi (Ciherang, Way Apoburu, Mekongga, Inpari 13 Varietas yang adaptif terhadap rendaman (Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpara 4 dan Inpara 5. Varietas Inpara 4 dan Inpara 5), Varietas yang adaptif terhadap kekeringan (Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 8, dan Inpago Lipigo 4. Varietas toleran rendaman meliputi Inpari 29, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpara 4, Inpara 5, dan Varietas toleran salinitas diantaranya varietas Inpari 34 dan Inpari 35) dan salinitas (Inpari 34 Salin Agritan dan Inpari 35 Salin Agritan) Varietas tahan OPT (Inpari 9 Elo, Inpari 15 Parahiyangan, Inpari 28 Kerinci) Dalam rangka mendukung CSA untuk mengantisipasi perubahan iklim, kegiatan pengelolaan sistem penyediaan benih padi, dilaksanakan melalui: Pengembangan perbenihan padi varietas unggul tahan terhadap DPI, dengan melibatkan semua subsistem mulai dari hulu, onfarm (budi daya), hilir (pengolahan dan pemasaran), dan subsistem pendukung (penyuluhan, perbankan, koperasi); Penggunaan benih padi varietas unggul tahan terhadap DPI, pergantian varietas, dan penerapan teknologi benih; Perbaikan sistem pengelolaan penyediaan benih padi untuk menjamin ketersediaan benih yang tahan terhadap DPI secara 6 tepat (jenis/varietas, jumlah, mutu, waktu, lokasi, harga) bisa terpenuhi, melalui penguatan kelembagaan perbenihan, Perbanyakan benih sumber padi, yang dilakukan oleh Balai Benih Provinsi, dan produsen benih dengan mempertimbangkan varietas yang tahan terhadap DPI; Sertifikasi, pengawasan mutu benih, serta pengawasan peredaran benih tahan terhadap DPI yang dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura; Pengawalan intensif di tingkat lapangan dengan melibatkan konstratani/BPP sebagai ujung tombak di tingkat lapangan dari mulai proses CPCL, penyaluran bantuan, penanaman, budidaya, panen, pasca panen sampai pemasaran. Juga koordinasi dan peran aktif Kostrada (Tingkat Kabupaten/Kota), Kostrawil (Tingkat Provinsi), Kostranas (Tingkat Nasional), Tim suvervisi dan pendampingan Program Kementerian Pertanian. Penguatan kelembagaan petani penangkar padi, kemitraan, dan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan) Sumber: Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2022. Pedoman Pelaksanaan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2022, Jakarta Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Petunjuk Teknis (Juknis) Penerapan Teknologi CSA Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2022, Jakarta .