Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan dengan adanya anggaran tambahan baik untuk peningkatan produksi pangan maupun penambahan kuota pupuk bersubsidi diharapkan dapat menjadi langkah strategis pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi dampak fenomena alam El Nino dan perubahan iklim yang melanda hampir seluruh dunia. Tambahan anggaran untuk peningkatan produksi pangan dan antisipasi krisis pangan akibat El Nino sudah disetujui dan aman. Tambahan anggaran tersebut dilakukan untuk mendukung Upaya Khusus percepatan tanam dan peningkatan produksi padi dan jagung”. jelas Mentan. Sementara itu pada agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 16 yang bertemakan Pemanfaatan Sistem Informasi Adaptif Untuk Perencanaan Tanam (SIAP TANAM) 1.0, Selasa (28/05/2024) di AOR BPPSDMP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan Badan Litbang mencoba untuk merangkum kearifan lokal yang dikombinasikan untuk inovasi terbaru yaitu data berupa peta hidrologi lalu ada perkembangan IT yang luar biasa. Fase pertumbuhan tanaman dikombinasikan dengan berbagai informasi teknologi pemupukan dan pengendalian organisme. Tripoderma adalah sahabat kita untuk melawan mikroba patogen. Sistem informasi yang akan dikembangkan sekarang ini yaitu SIAP TANAM 1.0 wajib lebih bagus dari yang sebelumnya.” ujar Dedi Nursyamsi. Sebagai informasi, sistem informasi adaptif digunakan untuk Perencanaan Tanam (SIAP TANAM) versi 1.0. Sistem informasi ini memberikan berbagai data yang dibutuhkan petani untuk mempersiapkan tanam beberapa komoditas pertanian, yaitu padi, jagung dan kedelai. Narasumber Ngobras, Rima Purnamayani, Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Agroklimat dan Hidrologi Pertanian pada paparan materinya mengatakan target keluaran, sistem informasi dengan tampilan antar muka yang sangat mudah dimengerti oleh pengguna dan back-end yang mudah dikelola oleh pengelola sistem informasi. Untuk akses, sistem informasi ini dapat diakses secara daring (online) dan luring (offline) melalui website access at siaptanam.id.” jelasnya. Lebih lanjut Rima Purnamayani menjelaskan Kalender Tanam, informasi utama berisi rangkuman rekomendasi awal, pola, dan luas tanam serta dilengkapi potensi sumber daya lahan, iklim, dan air.Neraca Air, berisi neraca air sawah (irigasi/tadah hujan/rawa) dan termasuk ketersediaan air, kebutuhan air, dan deficit air/kebutuhan irigasi tambahan. Sedangkan Produksi & Sarprodi, berisi proyeksi luas tanam dan produksi, serta proyeksi kebutuhan benih dan pupuk selama satu tahun (3 musim tanam), optimasi Produksi, berisi rekomendasi varietas tanaman pangan yang sesuai dengan status kerentanan DPI wilayah dan juga berisi rekomendasi irigasi supplementer jika wilayah deficit air, alamat Penting, berisi kontak dan Alamat BPSIP dan kios pupuk terdekat.” imbuhnya.-hevymay-