EFISIENSI PEMAKAIAN AIR UNTUK TANAMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODA IRIGASI TETES
Irigasi tetes adalah metoda irigasi yang paling efisien. Tingkat efisiensi irigasi tetes mencapai 90% bahkan lebih. Artinya semakin sedikit air yang terbuang percuma. Irigasi tetas memiliki keuntungan lain yang menyebabkan ia dapat diterapkan di hampir semua tempat, yaitu mudah dalam pemasangan instalasi, mudah dalam perancangan, sangat hemat biaya dan dapat mengurangi permasalahan penyakit tanaman yang muncul berkaitan dengan tingkat kelembaban pada sebagian tanaman. Irigasi tetes bekerja dengan cara melepaskan air secara perlahan (2-20 liter/jam) langsung ke dalam tanah tetes demi tetes. Tingkat efisiensi yang tinggi dari irigasi tetes diperoleh dari dua faktor. Faktor pertama adalah air meresap kedalam tanah sebelum mengalami evaporasi atau menguap keudara. Faktor kedua adalah air di teteskan hanya pada tempat ia diperlukan (tempat perakaran tanaman), tidak menyebar kemana-mana. Irigasi tetes sangat cocok diterapkan untuk tanaman yang tumbuh dalam barisan (seperti; sayuran, palawija, buah-buahan) dan tanaman yang berbatang lainnya. Irigasi tetes juga cocok untuk diterapkan pada hampir semua jenis tanah. Pada tanah liat, tetesan air harus dilepaskan lebih perlahan untuk menghindari permukaan genangan air dan limpasan air. Sebaliknya pada tanah berpasir, tetesan air yang dilepaskan harus lebih besar dan lebih sering agar kebutuhan air untuk membasahi tanah tercukupi. Permasalahan utama dari irigasi tetes ini adalah penyumbatan pada lubang-lubang tetes tempat keluar air. Alat irigasi tetes biasanya memiliki lubang-lubang kecil tempat keluar air dengan diameter berkisar antara 0,2 “ 2 mm, sehingga sangat mudah untuk tersumbat. Ada banyak metoda irigasi tetes yang dapat dbuat oleh petani. Namun hanya 2 bentuk yang biasa ditemukan yaitu; irigasi tetes yang pemberiannya digantung di atas tanah di atas perakaran tanaman, irigasi tetes yang pemberiannya langsung di atas tanah (melalui pipa/selang plastik) atau ditanam di dalam tanah. Irigasi tetes yang paling sederhana dapat dibuat dengan menggunakan sisa botol plastik air minum mineral. Cara pembuatan irigasi tetes dengan menggunakan botol-botol plastik dapat dilakukan sebagai berikut: Siapkan botol plastik air minum/mineral (600 ml s/d 1 liter) lengkap dengan tutupnya. Tutup botol dipasang lengkap bersama botol, kemudian tutup botol tersebut dilubangi dengan ukuran secukupnya dengan memperhatikan besarnya air yang keluar dari lubang tersebut. Bagian bawah botol, kurang lebih 0,5 cm dari bagian paling bawah digunting melingkar sebagai tempat memasukkan air. Botol dibalikkan dengan posisi bagian bawah botol yang telah digunting diletakkan ke atas, sedangkan tutup botol (mulut botol) berada di bawah. Isi air dari bagian bawah botol yang telah digunting, dan perhatikan besarnya tetesan air yang jatuh ke bawah. Perkirakan besarnya tetesan air yang jatuh dan lamanya waktu tetesan dengan kebutuhan air tanaman (waktu lamanya air habis dari botol (liter/jam). Jika dirasa cukup lanjutkan dengan pemasangan alat. Pemasangan dilakukan dengan cara membalikkan botol kemudian menggantungkan di atas tanah disekitar perakaran tanaman atau membenamkannya di dalam tanah di sekitar perakaran tanaman. Air diisi dari bagian atas botol yang telah dilubangi/digunting melingkar. Keuntungan irigasi tetes menggunakan botol adalah pengisian air mudah dan ketika hujan air otomatis dapat terisi. Pengisian nutrisi atau pupuk untuk tanamanpun dapat dilakukan melalui botol tersebut. Disadur dari : 1. http://www.irrigationtutorials.com/drip-irrigation-design-guidelines-basics-of-measurements-parts-and-more/ 2. http://www.fao.org/docrep/s8684e/s8684e07.htm 3. Sumber lain yang mendukung Oleh: Irwan Tanjung (Admin Sumbar)