Loading...

ekonomi dan efesiensi pupuk dan kapur

ekonomi dan efesiensi pupuk dan kapur
masalah penting dalam pengelolaan usaha tani adalah menentukan dosis pupuk dan kapur secara tepat. dosis optimal pupuk dan kapur secara ekonomi tergantung dari faktor ekonomi dan faktor agronomis.faktor-faktor ekonomi yang akan mempengaruhi dosis optimal pemupukan seperti ongkos pemupukan dan ongkos produksi lainnya. selain itu bentuk kelembagaan usaha tani, ketersediaan modal, alternatif penggunaan modal, suku bunga bank juga turut mempengaruhi praktek-praktek pemupukan. beberapa faktor agronomis untuk dipertimbangkan adalah sifat fisik dan kimia tanah, sejarah perlakuan yang pernah dilakukan, tanaman terdahulu dan kelembaban tanah. pengaruh setiap faktor diatas bervariasi tergantung iklim, bibit atau benih, waktu tanam,varietas, irigasi, penempatan pupuk, perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit, cara panen dan teknik budidaya lainnya. dosis optimum akan berubah pada setiap tahun atau musim karena variasi iklim, harga jual dan ongkos pupuk. sehingga perlu dihitung berapa biaya yang akan dikeluarkan dan berapa tingkat produksi serta harga jual yang diharpkan. sistem produksi di bidang pertanian selalu mempertimbangkan resiko seperti kebanjiran, kekeringan dan serangan hama dan penyakit. resiko ini akan menurunkan produksi, namun dengan pengelolaan yang baik dapat mengurangi resiko tersebut. faktor penting yang menentukan respon tanaman dari pemupukan adalah jumlah hara yang ada dalam tanah. penggunaan uji tanah untuk memonitor kadar hara akan membantu prediksi kebutuhan pupuk dan kapur. studi kalibrasi akan banyak diperlukan di masa depan untuk memperoleh produksi tertinggi pada berbagai sifat tanaman dengan teknologi pengelolaan modern dan berbagai kondisi tanah dan lingkungan. efesiensi pupuk adalah sampai sejauh mana tanaman dapat memanfaatkan unsur hara yang telah diserap untuk berproduksi lebih tinggi tanpa menambah hara yang diperlukan. batasan pertama hanya memperhitungkan efisiensi hara yang berasal dari pupuk masuk tanaman dimana lainnya tercuci, menguap atau terfiksasi oleh tanah tanpa melihaat respon tanaman akibat pemupukan. orang lebih suka memakai batasan kedua disbanding yang pertama, karena batasan kedua lebih condong kepada efisiensi berproduksi tinggi yang dipakai dalam system pertaniab modern. usaha-usaha yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk adalah : uji tanah dosis optimum yang menghasilkan keuntungan maknimum adalah dosis yang terbaik sebagai hasil dari uji tanah sempurna, bila pupuk didasarkan pada program uji tanah yang baik,maka tidak akan adapembuangan pupuk padasetiap hektarnya dan tidak ada istilah penimpunan pupuk pada lahan akibat tidak diperlukan pemupukan, akan tetapi hasil uji tanah seringkali sulit untuk menetapkan dosis yang optimum. ketersediaan n dalam tanah (dalam bentuk nh4 dan no3)seringkali berubah tiap waktu, karena keseimbangan n dalam tanah ditentukan oleh n–organik. irama perubahan n-organik pada lahan-lahan pertanian sejalan dengan pengelolaan bahan organic tanah. pengapuran sifat kimia yang diperbaiki dengan adanya pengapuran adalah meningkatnya ph tanah, meningkatnya kebanyakan ketersediaan hara essensial, menurunnya aktivitas al,fe dan mn yang bersifat racun bila berlebihan. oleh sebab itu, maka dengan pengapuran perkembangan akar tanaman menjadi optimum. selain itu penggunaan kapur pada tanah masam mendorong pertumbuhan bakteri penambat n. kalsium dari kapur akan memperbaiki struktur tanah pada tanah yang sifat fisiknya buruk, melalui flokulasi dan granulasi koloid tanah. dengan perbaikan tersebut, maka penetrasi akar tidak terbatas. penempatan pupuk kondisi tanah menentukan cara penempatan pupuk yang lebih efisien. cara sebar mengarah ke penggunaaan dosis yang lebih tinggi dan lebih sesuai untuk tanaman berbiji kecil. padi sawah, pupuk n harus diberikan dalam bentuk n-nh4 dan harus dibenamkan ke lapisan reduksi. bentuk n-no3 tidak dapat diberikan ke tanah sawah karena akan mudah tercuci dan terdenitrifikasi di lapisan reduksi menjadi gan n2, n2o atau n2o3. demikian pula bila pemberian n-nh4 di lapisan oksidatif atau tidak dibenamkan ke lapisan reduktif yang selanjutnya akan terdenitrifikasi. pemberian n-nh4 padi sawah yang umumnya adalah urea, sebaiknya tidak diberikan pada siang hari (sekitar jam 14.00) dimana suhu tanah tanah sedang tinggi dan akan menyebabkan volatilisasi yang cukup besar. waktu pemupukan dalam pemupukan n, waktu pemberian pupuk merupakan hal yang penting. walaupun pupuk n dapat diberikan sebelum tanam, setelah tanam dengan side dressed atau top dressed untuk tanaman berbiji kecil, namun pemberian ini tidak selalu efektif karena n dalam tanah tidak mudah berubah dimana dalam bentuk n-no3 bersifat mobil. pemberian n yang paling efektif adalah pada saat tanaman tumbuh paling cepat dan pada saat tanaman memerlukan n paling banyak. penggunaan legum sudah diketahui bahwa legume dapat bersimbiosis dengan bakteri penambat n bebas dari udara. dengan demikian penanaman legume akan mengurangi penggunaan pupuk n. pemberian limbah tanaman legume setelah pain, setelah penambahan bahan organik kedalam tanah juga akan menambah sejumlah nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman yang ditanam berikutnya. penggunaan pupuk kandang penggunaan pupuk kandang merupakan pupuk yang bernilai tinggi sudah diketahui beberapa abad yang lalu sebelum orang mengenal pupuk buatan atau pupuk organik. disamping sebagai pupuk, pupuk kandang juga berfungsi sebagai bahan ameliorasi yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. penulis : patma ayudyaningrum, sp nip.19830304 201001 2 025 ppl bpp sawahan kabupaten madiun