Loading...

FARM FIELD DAY (FFD) SL TEMATIK DI BPP CIWARU

FARM FIELD DAY (FFD) SL TEMATIK DI BPP CIWARU

Kegiatan Farmer Field Day (FFD) Sekolah Lapang (SL) Tematik BPP Ciwaru, dengan demonstrasi plot (demplot) pemupukan berimbang pada komoditas padi sawah, telah dilaksanakan pada tangggal 10 November 2025 yang bertempat di Lahan Laboraturium Lapang (LL) Kelompok di Desa Baok Kecamatan Ciwaru. Kegiatan ini dihadiri oleh para Petani, Penyuluh Pertanian, Kepala Desa dan Perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk menghadiri Farmer Field Day (FFD). FFD kali ini mengangkat tema krusial: "Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penerapan Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi." Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, yang sama-sama menekankan pentingnya adopsi inovasi teknologi pertanian, terutama dalam praktik pemupukan yang efisien dan berkelanjutan. FFD ini bukan sekadar panen, melainkan ajang pembuktian dan berbagi ilmu dari hasil uji coba di lahan demplot / LL.

Demplot Pemupukan Berimbang, Bukti Nyata di Lapangan

Fokus utama kegiatan beralih ke demplot padi sawah yang telah dikelola oleh kelompok tani peserta SL selama satu musim tanam penuh. Demplot ini dirancang untuk membandingkan dua perlakuan utama:

1.    Petak Kontrol (Cara Petani Biasa): Pemupukan yang dilakukan berdasarkan kebiasaan / rekomendasi umum.

2.  Petak Pemupukan Berimbang (LL): Pemupukan yang dosisnya disesuaikan secara spesifik berdasarkan hasil analisis kesuburan tanah (uji tanah) setempat dan kebutuhan optimal tanaman padi, seringkali mengacu pada Bagan Warna Daun (BWD) dan Peta Status Hara.

A.  Presentasi Hasil Uji

Petani perwakilan yang menjadi “petani demonstrator” demplot, memimpin diskusi di dengan memaparkan perbedaan nyata yang ia amati sejak awal tanam:

·   Pertumbuhan Vegetatif: Pada petak pemupukan berimbang, tanaman menunjukkan vigor yang lebih baik, warna daun hijau ideal, dan anakan yang lebih produktif. Hal ini menunjukkan efisiensi serapan hara N, P, dan K yang lebih optimal.

·   Pengamatan Hama dan Penyakit: Petani demonstrator melaporkan bahwa tanaman di petak berimbang cenderung lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu karena keseimbangan nutrisi memperkuat pertahanan alami tanaman.

B.  Pengukuran dan Ubinan

Momen paling ditunggu adalah proses pengukuran hasil panen (ubinan) pada kedua petak. Penyuluh dan petani secara bersama-sama melakukan penghitungan dan penimbangan. Hasil ubinan menunjukkan perbedaan yang signifikan: petak dengan pemupukan berimbang menghasilkan rata-rata [Jumlah Persentase] % lebih tinggi dibandingkan petak kontrol, atau setara dengan peningkatan hasil per hektar. Angka ini secara empiris membuktikan bahwa investasi pada analisis tanah dan pemupukan yang terukur dapat menghasilkan keuntungan finansial yang jauh lebih besar.

Diskusi dan Lesson Learned

Setelah proses panen selesai, sesi diskusi kelompok dilakukan di balai pertemuan atau tenda darurat. Para peserta terlibat dalam tanya jawab yang intensif mengenai praktik di lapangan. Hasil pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa Peserta memahami teknologi budidaya padi sawah yang efektif; Peserta memahami pengelolaan hama dan penyakit padi sawah yang efektif; Peserta dapat menerapkan teknologi budidaya padi sawah yang efektif di lahan mereka. Kegiatan ini bukan hanya mengakhiri satu siklus pembelajaran, tetapi juga menandai dimulainya babak baru pertanian yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan. Keberhasilan demplot pemupukan berimbang ini diharapkan menjadi ‘miniatur revolusi hijau’ yang akan menyebar ke seluruh wilayah, menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Inti dari SL Tematik ini adalah perubahan pola pikir dari "memberi makan tanah" menjadi "memberi makan tanaman sesuai kebutuhannya". FFD ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam budidaya padi sawah, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi padi dan meningkatkan pendapatan petani. Setelah rangkaian kegiatan ini Perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan lanjutan bagi petani untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam budidaya padi sawah