Loading...

Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik Padi Sawah

Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik Padi Sawah

Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik Padi Sawah

Pendahuluan

Padi sawah merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani padi membutuhkan adopsi teknologi budidaya yang tepat serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya petani. Salah satu pendekatan yang efektif dalam penyuluhan pertanian adalah Sekolah Lapang Tematik yang dipadukan dengan kegiatan Farm Field Day.

Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik padi sawah diinisiasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Woggeduku Barat bersama Pemangku Kepentingan dan petani sebagai wadah pembelajaran langsung di lahan, berbasis pengalaman nyata, dan partisipasi aktif petani. Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam pengamatan, diskusi, dan evaluasi penerapan teknologi budidaya padi sawah.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik padi sawah bertujuan untuk:

1.     Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi budidaya padi sawah.

2.     Mendorong adopsi inovasi pertanian yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat.

3.     Menjadi sarana evaluasi hasil Sekolah Lapang Tematik yang telah dilaksanakan.

4.     Memperkuat peran BPP sebagai pusat pembelajaran dan koordinasi penyuluhan pertanian.

5.     Membangun jejaring dan kolaborasi antar petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan terkait.

Metodologi Pelaksanaan

Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik padi sawah dilaksanakan di lahan percontohan (demonstration plot/demplot) milik petani peserta sekolah lapang yang berlokasi di Desa Linonggasay Kecamatan Wonggeduku Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 09 Desember dengan melibatkan sebanyak 100 orang peserta. Pelaksanaan kegiatan diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonggeduku Barat dengan melibatkan penyuluh pertanian, kelompok tani, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

 

Metode pelaksanaan meliputi:

1.      Pembelajaran Partisipatif: Petani dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

2.      Demonstrasi Lapangan: Penyajian langsung teknologi budidaya padi sawah di lahan.

3.      Diskusi dan Tanya Jawab: Pertukaran pengalaman dan pemecahan masalah yang dihadapi petani.

4.      Evaluasi Bersama: Penilaian hasil penerapan teknologi berdasarkan pertumbuhan tanaman dan potensi hasil.

Materi yang disampaikan antara lain pengelolaan tanaman terpadu (PTT), penggunaan varietas unggul, pengelolaan hara, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta panen dan pascapanen.

Hasil dan Pembahasan

Pelaksanaan Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik padi sawah menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dari para petani peserta kegiatan, yang tercermin dari keterlibatan aktif dalam proses pengamatan, diskusi, serta evaluasi teknologi budidaya yang diterapkan di lapangan. Petani dapat mengamati secara langsung perbedaan pertumbuhan tanaman padi yang menerapkan teknologi anjuran dibandingkan dengan praktik konvensional.

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan:

1.      Pertumbuhan tanaman padi lebih seragam dan sehat.

2.      Penggunaan input produksi menjadi lebih efisien.

3.      Penurunan intensitas serangan OPT akibat penerapan pengendalian terpadu.

4.      Potensi peningkatan hasil panen dibandingkan musim sebelumnya.

Diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga menghasilkan berbagai masukan dari petani terkait kendala teknis di lapangan, seperti ketersediaan varietas unggul, air, pupuk, dan tenaga kerja. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi BPP dan penyuluh dalam merancang program pendampingan selanjutnya.

Dampak dan Manfaat Kegiatan

Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik padi sawah memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  1. Peningkatan kapasitas petani dalam budidaya padi sawah.
  2. Meningkatnya kepercayaan petani terhadap teknologi anjuran.
  3. Terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang lebih baik antara petani dan BPP.
  4. Mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani padi sawah.

Kesimpulan

Farm Field Day Sekolah Lapang Tematik padi sawah yang diinisiasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bersama petani merupakan salah satu metode penyuluhan pertanian yang efektif, aplikatif, dan berbasis kebutuhan lapangan. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi petani dalam penerapan teknologi budidaya padi sawah. Keberlanjutan kegiatan serupa perlu terus didorong sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Penyusun: Jumarno, S.P. (BPP Wonggeduku Barat)

September-Oktober 2025