Loading...

Fermentor Beauveria bassiana: Teknologi Teknis Perbanyakan Agen Hayati untuk Pengendalian Hama Alami

Fermentor Beauveria bassiana: Teknologi Teknis Perbanyakan Agen Hayati untuk Pengendalian Hama Alami

A. Apa itu Beauveria bassiana
Beauveria bassiana adalah jamur entomopatogen yang berfungsi sebagai agen hayati pengendali hama serangga. Jamur ini menginfeksi tubuh serangga melalui kutikula, berkembang di dalam jaringan inang, dan menyebabkan kematian serangga secara alami. Beauveria bassiana efektif terhadap berbagai hama penting pertanian, seperti ulat daun, penggerek, dan serangga pengisap, serta aman bagi manusia dan lingkungan.

Inovasi Fermentor untuk Perbanyakan
Achmad Nasir Ginanjar, SST., MP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Pangatikan, mengembangkan mesin fermentor untuk perbanyakan mikroorganisme, termasuk Beauveria bassiana dalam bentuk metabolit sekunder (cair). Teknologi ini dirancang untuk mempermudah petani memproduksi agen hayati secara mandiri, murah, dan berkelanjutan.

B. Tahapan Teknis Perbanyakan
Bahan utama yang digunakan adalah air cucian beras (air taji) dan air kelapa dengan perbandingan 1:1.
Langkah teknisnya sebagai berikut:

Siapkan larutan nutrisi dengan mencampurkan air taji dan air kelapa masing-masing 8 liter.

Tambahkan 1 liter metabolit sekunder Beauveria bassiana sebagai starter.

Masukkan larutan ke dalam fermentor, pastikan sistem sirkulasi berjalan baik.

Proses fermentasi berlangsung selama 14 hari hingga metabolit siap digunakan.

Sisakan 1 liter larutan hasil fermentasi sebagai bibit untuk siklus perbanyakan berikutnya.

C. Teknis Pengaplikasian di Lapangan
Metabolit sekunder diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke tanaman menggunakan sprayer, terutama pada bagian daun dan batang tempat aktivitas hama tinggi. Aplikasi sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk menjaga viabilitas jamur.

D. Dampak terhadap Hama Serangga
Setelah kontak, Beauveria bassiana menginfeksi serangga, menghambat aktivitas makan, dan menyebabkan kematian dalam beberapa hari. Penggunaan rutin mampu menekan populasi hama secara berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pestisida kimia, serta mendukung sistem pertanian ramah lingkungan.