Ayam buras atau yang lebih dikenal dengan ayam kampung memberikan peluang usaha yang besar. Hal ini dikarenakan ayam kampung memiliki pangsa pasar tersendiri dan memiliki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan ayam ras. Ayam kampung juga memiliki harga yang relatif stabil dibandingkan ayam ras. Untuk mengawali peternakan ayam kampung pengusaha perlu mengetahui 3 fondasi penting dalam usaha peternakan khusunya ayam kampung yaitu pakan, manajemen, dan bibit. Presentase pakan dalam pemeliharaan ayam kampung memiliki nilai yang sangat besar yaitu 70%. Hal tersebut berarti pakan memiliki peran yang sangat besar terutama dalam usaha ternak ayam kampung pedaging. Ayam kampung pedaging memiliki nilai jual optimal pada bobot 8 ons “ 1 kg. di atas bobot tersebut biaya pemeliharaan akan sangat tinggi dan nilai jual ayam tidak sesuai dengan input pakan. Pertumbuhan dan produksi maksimal dapat dicapai apabila kualitas dan kuantitas pakan memadai. Untuk mendapatkan pakan murah dengan zat makanan terpenuhi, prinsip penyusunan bahan pakan dan kebutuhan gizi pada ayam perlu diketahui oleh peternak. Peternak harus mampu mengelola pakan sesuai tujuan, kebutuhan pakan termasuk kondisi harga bahan pakan sehingga peternak mampu menekan kerugian karena fluktuasi harga bahan pakan di pasaran. Serli Anas, Dwi Rohmadi, dan kawan “ kawan, Peneliti BPTP Gorontalo melakukan kajian mengenai formulasi bahan lokal pakan ayam kampung pedaging. Dalam penyusunan ransum dengan bahan pakan lokal tersebut perlu diperhatikan keperluan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 17% dan energy metabolis (EM) sebesar 2600 kkal/kg. Penggunaan bahan baku lokal yang ada di sekitar kita dapat menekan ongkos produksi hampir 40% dengan kualitas yang sama dengan pakan pabrikan. Salah satu bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam di Gorontalo adalah dedak, jagung dan tepung ikan. Komposisi dari pakan tersebut harus memenuhi kebutuhan minimal untuk meningkatkan bobot ayam secara optimal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Serli Anas dan Dwi Rohmadi campuran pakan paling efektif adalah dedak 30%, jagung 47%, tepung ikan 20%, topmix 1%, dan mineral 2%, dengan penggunaan bahan pakan loak yang tersedia di masyarakat diharapkan mampu meningkatkan keuntungan pada peternakan ayam pedaging. Misal ransum yang akan dibuat sebanyak 100 kg maka dedak yang dibutuhkan sebanyak 30 kg, jagung 47 kg, tepung ikan 20 kg, dan mineral serta topmix sebanyak 3 kg. Ari Widya H, SP Sumber : Dwi Rohmadi, SPt dan Serli Anas, SPt Laporan Kajian Formula Pakan Ayam Kampung Pedaging Berbahan Baku Lokal Untuk Meningkatkan Produksi >15%