Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak dengan ukuran tinggi badan anak lebih pendek atau kerdil dari ukuran standar pada usianya. Gangguan pertumbuhan tersebut biasanya diikuti dengan penurunan kualitas kecerdasan seseorang, terutama apabila kekurangan Zinc pada seribu hari pertama dalam kehidupan manusia. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan terlahir generasi penerus yang kurang tangguh sehingga kurang mampu berkompetisi. Kondisi demikian merupakan kerugian besar bagi bangsa dan negara kita. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Dengan demikian stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia dan ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Kondisi anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang akan mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah serta produktivitas dan kreativitas di usianya yang masih produktif. Stunting dapat dicegah dengan mengkonsumsi pangan bergizi, diantaranya beras yang mengandung Zinc tinggi seperti Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn rata-rata 29,54 ppm dengan potensi kandungan 34,51 ppm yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan Varietas Ciherang yang hanya mengandung zinc sekitar 24 ppm. Oleh karena itu, mengkonsumsi bahan pangan yang berkualitas sangat diperlukan. Artinya makan bukan hanya sekedar kenyang saja melainkan makan harus yang berkualitas dengan pangan yang harus kaya akan gizi, mengandung mineral esensial yang sangat dibutuhkan tubuh, seperti mineral Zinc. Namun, mineral ini tidak bisa diproduksi oleh tubuh, melainkan hanya diperoleh melalui makanan. Inpari IR Nutri Zinc adalah varietas padi sawah (pertama di Indonesia) yang memiliki kandungan unsur Zn (Zinc) lebih tinggi (± 25%) daripada varietas yang lain. Dilepas pada tahun 2019 dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No. 168/HK.540/C/01/2019. Karena kandungan Zn yang tinggi, Inpari IR Nutri Zinc berpotensi mencegah terjadinya stunting. Pengembangan Inpari IR Nutri Zinc masuk sebagai program prioritas nasional (Bappenas) dalam rangka menurunkan prevalensi stunting di Indonesia yang jumlahnya mencapai 7,3 juta anak Indonesia yang terkena stunting (2018). Target Pengembangan ke depan seluruh wilayah dengan stunting tinggi pada agroekosistem padi sawah dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl akan dikembangkan dengan Inpari IR Nutri Zinc. Kegiatan pengembangan padi Nutri Zinc pada tahun 2020 seluas 9.970 ha yang dialokasikan di sembilan provinsi pada 34 kabupaten yaitu di Provinsi Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Maluku dan Papua dengan produktivitas 4,3-8,9 ton/ha. Perkiraan produksi dari luasan tersebut sekitar 60 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Sedangkan kegiatan padi Nutri Zinc tahun 2021 seluas 46.000 ha dialokasikan di 26 provinsi, 95 kabupaten). Provinsi yang paling luas di Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 12.000 ha, Jawa Timur 5.000 ha, Aceh 2.000 ha, NTB 2.000 ha, Papua Barat 2.000 ha. Diskripsi Inpari IR Nutri Zinc Berdasarkan deskripsinya, padi Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari IR Nutri Zinc termasuk varietas umur genjah dengan umur tanaman ± 115 hari. Bentuk tanaman tegak dengan tinggi tanaman hanya ± 95 cm. Daun bendera tegak. daun rimbun, relatif kecil panjang, dan malai tersembunyi di dalam daun sehingga relatif aman dari serangan burung. Bentuk gabah ramping, warna gabah kuning jerami, sedangkan beras berwarna putih. Tingkat kerontokan sedang, demikian juga tingkat kerebahan. Jumlah anakan produktif sekitar 18 batang per rumpun, jumlah gabah isi per malai ± 96 butir dan bobot 1000 butir ± 24,60 gram. Umur tanaman Inpari IR Nutri Zinc hampir sama dengan varietas Ciherang, demikian juga jumlah anakan produktifnya. Rata rata hasil cukup tinggi 6,21 t/ha, juga setara dengan Ciherang. Potensi hasil bisa mencapai 9,98 t/ha dan rendemen beras giling ± 67,40 %. Tekstur nasi pulen, kadar amilosa 16,60 %. Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit: agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, biotipe 2 dan agak rentan terhadap biotipe3. Agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, dan rentan patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, rentan terhadap patotipe IV dan patotipe VIII pada stadia generatif, tahan terhadap penyakit blas ras 033, ras 073, ras 133, dan rentan ras 173, agak tahan terhadap tungro inokulum Garut dan Purwakarta. Dianjurkan ditanam pada lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 m dpl, juga relative adaptif pada lahan rawa. Pencegahan stunting salah satunya dapat dilakukan dengan menerapkan dan memperhatikan pola makan. Masalah stunting sangat dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. Istilah “Isi Piringku” dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur. Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat. Disarankan karbohidarat berasal dari beras yang mengandung nutri zinc agar dapat memenuhi kebutuhan Nutri Zinc untuk mencegah terjadinya stunting. Dalam rangka upaya menurunkan prevalensi stunting di negara kita dihimbau agar masyarakat petani untuk menanam, mengembangkan dan mengkonsumsi padi inpari Nutri zinc. Padi inpari nutri zinc berasnya memiliki kandungan Zn: 34,51 ppm, kandungan Zn peranannya cukup besar di dalam metabolisme tubuh, yang apabila kekurangan Zn akan menimbulkan gangguan pertumbuhan tinggi badan juga diikuti dengan penurunan kecerdasan. Oleh karena itu, upaya untuk menggalakkan penanaman padi Inpari Nutri Zinc perlu terus disosialisasikan dan upaya untuk mengajak masyarakat agar selalu mengkonsumsi Inpari Nutri Zinc dan menerapkan pola makan dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berasal dari beras Nutri Zinc harus terus digaungkan agar prevelensi stunting di Negara kita dapat dikurangi. Peranan Penyuluh Pertanian sangat diperlukan dalam upaya menggalakkan penanaman dan pengembangan padi Inpari Nutri Zinc di wilayah kerjanya dan juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar mengkonsumsi karbohidrat yang berasal dari padi Nutri Zinc untuk mencegah stunting. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. (Siti Nurjanah, Penyuluh Ahli Utama Pusat Penyuluhan Pertanian) Sumber: BB Padi, 2019, Deskripsi Varietas Unggul Padi, http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/varietas-padi/inbrida-padi-sawah-inpari. http://p2ptm.kemkes.go.id/post/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/pangan/15966-Tekan-Stunting-Petani-Kulon-Progo-Tanam-Padi-Nutri-Zinc https://monitor.co.id/2021/07/18/program-kementan-padi-inpari-nutri-zinc-mampu-atasi-kekurangan-gizi-zn/ Sumber Gambar : http://www.litbang.pertanian.go.id/varietas/1384/