Loading...

Getah Karet yang Benar

Getah Karet yang Benar
Getah karet tidak lantas bisa digunakan sebagai bahan baku di dalam perindustrian. Getah tersebut harus diproses sedemikian rupa agar kondisinya siap untuk diolah lebih lanjut. Prosesnya sendiri terdiri dari rangkaian yang cukup panjang dan rumit sehingga perlu dikerjakan secara hati-hati untuk menjaga mutu dan kualitasnya. Sumber bahan baku industri karet berasal dari perkebunan karet baik perkebunan rakyat, perkebunan swasta, maupun perkebunan negara. Pada perkebunan yang wilayahnya luas dengan jumlah tanaman karet yang cukup banyak, lateks yang dihasilkan biasanya diolah di pabrik sendiri atau dikirim ke pabrik seinduk. Berbeda dengan perkebunan rakyat, di mana lateksnya dijual ke pabrik pengolahan karet. Metode penjualan umumnya dapat dilakukan secara langsung atau melalui pelelangan. Lateks yang telah disadap dari pohon karet akan dikumpulkan di wadah yang ukurannya besar. Kemudian dilakukan pembersihan untuk menyingkirkan kotoran-kotoran yang masuk. Sedangkan lateks yang telah mengalami prakoagulasi harus dibuang. Setelah dirasa sudah siap untuk diproses, lateks tersebut dialirkan menuju ke bak koagulasi untuk diencerkan menggunakan air sehingga nilai Kadar Karet Kering bisa seragam. Pengenceran Proses pengenceran bertujuan untuk mempemudah penyaringan kotoran yang terdapat di dalam lateks serta menyeragamkan kadar karet kering. Pengenceran dilakukan dengan menambahkan air bersih yang tidak mengandung logam, tingkat pH sekitar 5.8-8.0, tingkat kesadahan maksimal 6, dan kandungan karbohidrat tidak lebih dari 0.03%. Pengenceran dilakukan sampai nilai KKK mencapai 12-15%. Pembekuan Pelaksanaan pembekuan lateks terjadi di dalam bak koagulasi melalui penambahan zat koagulan yang bersifat asam seperti asam format atau asam asetat yang kadar konsentrasinya 1-2% dengan dosis 4 ml/kg karet kering. Apabila sebelumnya lateks sudah ditambahkan zat antikoagulan, dosis penambahan zat tersebut bisa diperbanyak. Tujuan utama penambahan asam ini yaitu menurunkan pH lateks pada titik isoelektrik sehingga lateks akan membeku saat pH-nya sekitar 4,5-4,7. Selama larutan asam ditambahkan, pengadukan perlu terus dilakukan supaya campurannya bisa merata sehingga proses pembekuan berlangsung lebih cepat. Pengadukan perlu dikerjakan secara cermat untuk mencegah terbentuknya gelembung-gelembung udara yang dapat merusak kualitas lateks. Biasanya lateks akan membeku setelah 40 menit proses tersebut berlangsung. Setelah itu, pasanglah plat penyekat untuk membentuk koagulum-koagulum menjadi lembaran yang seragam. Oleh : Mahdi Rahman