Loading...

Getah Kuning Pada Buah Manggis

Getah Kuning Pada Buah Manggis
GETAH KUNING PADA BUAH MANGGIS Buah manggis merupakan salah satu komoditi ekspor yang diminati oleh pasar internasional. Permintaan akan manggis setiap tahunnya terus meningkat ditunjukkan dengan permintaan yang masih relatif besar dari pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Juga tercermin dari harga buah manggis yang jauh lebih tinggi apabila dibanding dengan harga buah tropis lainya. Disamping komoditi ekspor, buah manggis memiliki khasiat dan manfaat yang cukup banyak karena buah manggis mengandung zat Xanthone berfungsi sebagai antioksidan yang dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kangker pada usus dan hati. Namun akhir-akhir ini kualitas buah ekspor mulai menurun akibat serangan Penyakit Getah Kuning (Fisiologis dan Fusarium sp). Getah kuning pada bagian luar maupun dalam buah manggis awalnya transparan, makin lama menjadi kuning dan pada daging buah menjadi bening. Rasa buah menjadi pahit dan getir. Buah akan tenggelam didalam rendaman air jika terserang getah kuning diduga kerena pemadatan kulit buah. Bentuk buah tidak menarik dan tidak layak untuk konsumsi maupun ekspor. Menurut Rai, I N., C. G. A Semarajaya dan I W. Wiraatmaja Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana (2011), "penykait getah kuning pada manggis merupakan gangguan fisiologis tumbuhan akibat pengaruh iklim ektrim". Fahn (1982), "terjadinya ekskresi getah yaitu eliminasi dari produk akhir proses metabolisme tertentu berupa keluarnya eksudat dapat disebabkan oleh penyakit, luka mekanis, atau gangguan fisiologis dalam tumbuhan". PENGENDALIAN Pengendalian terhadap penyakit getah kuning pada buah manggis dapat dilakukan dengan cara teknis maupun mekanis. Pengendalian teknis membiarkan rumput-rumput di sekitar tanaman saat berbunga sampai buah mulai masak dengan tujuan agar di sekitar tanaman tetap terjaga kelembaban. Dalam fase perkembangan tanah di jaga agar selalu lembab dengan memberikan pengairan secara teratur. Sistem pengairan mekanis ini dapat dilakukan dengan memasang drum plastik berkapasitas 100 liter di kebun. Pada fase-fase pertumbuhan pemberian air disertai dengan pemberian pupuk NPK, Ca yang dicampur dalam drum plastik, diatur sedemikian rupa dengan kosentrasi pupuk yang diberikan tidak lebih 0,2%. Drum plastik penampung air, pengairannya dihubungkan dengan selang atau pipa PVC yang kedua ujungnya terhubung dengan drum. Sisi selang atau pipa PVC dilubangi dengan jarum dan diletakan melingkar di bawah tajuk tanaman. Pemberian pupuk NPK, Ca yang dibarengi pengairan secara tetes terus menerus dapat mengurangi persentase getah kuning pada kulit bagian dalam (endocarp) buah manggis sampai lebih dari 50% dan meningkatkan persentase buah manggis yang bebas getah kuning sampai lebih dari 90%. Sedangkan pengaruh pengairan dan pemupukan terhadap getah kuning pada kulit bagian luar (pericarp) buah manggis tidak konsisten. Buah serta kulit buah manggis yang terserang mengakibatkan rendahnya kualitas buah. Buah manggis yang bergetah kuning ini menjadi tidak layak ekspor karena penampilan buah menjadi tidak menarik, buah mengeras dan rasanya menjadi pahit. Pada buah yang terserang berat hampir seluruh daging buahnya dilumuri getah kuning sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Sumber. : Balitbu Kontributor : Junnaidy