Kelompok tani Godi Meda, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, merupakan salah satu kelompok tani yang berada di wilayah Kabupaten Kupang, dinilai berhasil mendukung program nasional penyelamatan sapi betina produktif maupun upaya pencapaian swasembada daging nasional di tahun 2014 di provinsi NTT. Seperti penuturan Simon Lubalu, Ketua Kelompok tani Godi Meda, bahwa penilaian ini bukan saja datang dari Pemerintah Provinsi saja, namun Staf Kepresidenan Bidang Komunikasi Sosial dan Direktorat Jenderal Peternakan RI juga pernah memberikan penilaian serupa kepada kelompok tani ini. Selain itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, Kadis Peternakanan Kutai Kartanegara, Wakil Gubernur Provinsi NTT, Sekretaris Daerah NTT, Bupati Kupang dan sejumlah pejabat daerah lainnya juga pernah mengunjungi kelompok tani ini. "Godi Meda juga pernah menjadi tempat studi banding Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari 12 Provinsi se Indonesia, juga menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Pembangunan Peternakan Provinsi NTT, pada 7 Maret 2012,"demikian kata Simon. Usaha penyelamatan sapi betina produktif berawal dari keinginan anggota kelompok untuk beternak sapi Timor secara modern dengan bantuan dana bergulir dari Pemerintah Daerah NTT yang dilakukan dengan tekun dan karena kesungguhan seluruh anggota kelompok dalam mengelola usaha tersebut, mereka kembali dipercayakan untuk melaksanakan program pemerintah khususnya dalam upaya menyelamatkan populasi sapi Timor. Simon menuturkan, memasuki tahun 2010, Godi Meda membuat proporsal permohonan bantuan dana program sapi Koppel pada pemerintah Kabupaten Kupang dan mendapatkan bantuan sapi untuk 15 anggota kelompoknya. Kemudian di tahun 2011 kelompok tani ini memasukkan permohonan bantuan dana Program Nasional Penyelamatan Sapi Betina Produktif ke Pemerintah Provinsi NTT. Proporsal itu terjawab dengan syarat Godi Meda harus menambah jumlah anggota kelompoknya menjadi 35 orang. Setelah syarat tersebut terpenuhi, Godi Meda langsung mendapatkan dana bantuan sebesar 300 juta. Dengan dana tersebut kelompok tani ini mulai membangun usahanya dan melalui musyawarah seluruh anggota disepakati dana 45 juta untuk membangun kandang sapi, biaya administrasi, honor petugas, obat-obatan ternak dan biaya pakan. Sedangkan sisa dana Rp. 225 juta direncanakan dipakai untuk menyelamatkan 60 ekor sapi betina produktif, dan ternyata pengelolaan manajemen yang baik, kelompok tani ini berhasil menyelamatkan 68 ekor sapi betina ditambah lagi satu ekor yang lahir dari salah satu dari sapi betina produktif yang berhasil diselamatkan tersebut, sehingga jumlahnya menjadi 69 ekor. Sarlintje D.P. Lado, S.Pt/Penyuluh Peternakan Kab. Kupang)