Gotong Royong Krama Subak Yang Ama Desa Tegal Tugu Untuk Mempersiapkan Musim Tanam Padi
Gotong Royong Krama Subak Yang Ama Desa Tegal Tugu Untuk Mempersiapkan Musim Tanam PadiOleh : PPL Desa Tegal Tugu Ida Bagus Puja Putradnyana, SP Kehidupan pertanian di Bali tidak pernah terlepas dari Subak. Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali. Untuk masyarakat Bali, irigasi tidak hanya menyediakan air untuk tanaman, tetapi digunakan juga untuk membangun sebuah ekosistem. Secara filosofis, keberadaan subak merupakan implementasi dari konsep “Tri Hita Karana”. Tri Hita Karana merupakan konsep mengenai hubungan yang harmonis antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam, dan antar manusia. Jadi dengan kata lain, kegiatan di dalam subak tidak selalu mengenai pertanian, tapi juga mencakup secara umum yaitu hubungan dengan Sang Pencipta, hubungan dengan sesama anggota serta hubungan dengan lingkungannya.Subak Yang Ama merupakan salah satu subak yang ada di wilayah Desa Tegal Tugu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Subak yang terdiri dari 56 anggota ini memiliki areal persawahan seluas 33 hektar. Dalam kesehariaanya Subak Yang Ama tentunya mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana, yakni Parhyangan, Pawongan dan Palemahan. Salah satu wujud implementasinya adalah melaksanakan gotong royong untuk membersihkan saluran irigasi secara rutin. Pada tanggal 1 Nopember 2018 krama (anggota) Subak Yang Ama melaksanakan gotong royong membersihkan saluran irigasi tersier di sepanjang wilayah subak Yang Ama. Dalam gotong royong tersebut selain dihadiri oleh seluruh anggota/ krama Subak Yang Ama, turut hadir pula PPL Desa Tegal Tugu Ida Bagus Puja Putradnyana, SP. Gotong royong dimulai pukul 06.30 wita dan berakhir pukul 10.00 wita. Gotong royong dilaksanakan untuk mempersiapkan musim tanam padi yang akan dimulai pada awal Bulan Desember 2018. Di sepanjang Tahun 2018 mulai bulan Juni sampai bulan Nopember di wilayah subak Desa Tegal Tugu termasuk Subak Yang Ama tidak bisa melakukan penanaman padi karena ada normalisasi terowongan sehingga air tidak bisa mengaliri wilayah subak di Desa Tegal Tugu. Setelah gotong royong, dilanjutkan dengan rembug bersama untuk mempersiapkan musim tanam padi. Dalam rembug tersebut disepakati bahwa penanaman padi akan dibagi menjadi 2 sorogan dengan selisih waktu sekitar 1 sampai 2 bulan tergantung debit air. Untuk serogan pertama pengolahan tanah direncanakan dimulai pertengahan Bulan Nopember 2018 sehingga penanaman padi bisa dilakukan awal Bulan Desember 2018. Dalam musim tanam ini diharapkan petani menanam varietas padi yang sama untuk jenis varietas nya akan diinformasikan secepatnya. Dalam rembug tersebut juga dibahas kebutuhan pupuk masing-masing petani untuk bisa diajukan dalam RDKK Pupuk Bersubsidi.