Salah satu faktor penentu keberhasilan usahatani jagung adalah kemampuan untuk mengendalikan hama penyakit utama tanaman jagung. Hama utama tanaman jagung yang sering menjadi masalah dan dapat menimbulkan kerusakan adalah hama penggerek tongkol jagung. Akibat serangan hama ini adalah dapat menurunkan kualitas tongkol jagung yang dihasilkan, dan juga menurunkan kuantitas produksi. Biologi HamaPenggerek Tongkol (Helicoverpa armigera Hbn.) Imago betina H. armigera meletakkan telur pada pucuk tanaman dan apabila tongkol sudah mulai keluar, telur diletakkan pada rambut jagung. Imago betina mampu bertelur rata-rata 730 butir dengan masa oviposisi 10-23 hari. Telur menetas dalam tempo tiga hari setelah diletakkan pada rambut jagung. Larva terdiri atas 5-7 instar, tetapi umumnya enam instar dengan pergantian kulit (moulting) setiap instar 2-4 hari. Periode perkembangan larva sangat bergantung pada suhu dan kualitas makanannya. Khususnya pada jagung, masa perkembangan larva pada suhu 24 - 27,2oC adalah 12,8 - 21,3 hari. Larva serangga ini bersifat kanibalisme dan mengalami masa prapupa 1 “ 4 hari. Masa prapupa dan pupa biasanya terjadi dalam tanah dan kedalamannya bergantung pada kekerasan tanah. Pada umumnya pupa terbentuk pada kedalaman 2,5 - 17,5 cm. Serangga ini kadang-kadang berpupa pada permukaan tumpukan limbah tanaman atau pada kotorannya yang terdapat pada tanaman. Pada kondisi lingkungan yang mendukung, fase pupa bervariasi dari enam hari pada suhu 35oC sampai 30 hari pada suhu 15oC. Gejala SeranganGejala serangan mulai terlihat saat telur menetas. Telur diletakkan Imago betina pada daun dan dirambut tongkol jagung. Setelah menetas, telur akan berubah menjadi larva berwarna kuning dengan kepala berwarna hitam yang kemudian masuk ke dalam tongkol dan memakan biji jagung yang sedang mengalami perkembangan, menyebabkan tongkol jagung menjadi busuk. Dampak serangan hama adalah menurunnya kualitas dan kuantitas biji jagung. Teknik Pengendalian Kultur Teknik Pengendalian dengan cara kultur teknik yaitu melakukan pengolahan tanah secara sempurna dapat merusak pupa yang terbentuk dalam tanah, sehingga dapat mengurangi populasi hama penggerek tongkol jagung berikutnya. HayatiMusuh alami yang cukup efektif untuk mengendalikan penggerek tongkol jagung adalah: 1. Trichogramma spp, yang merupakan parasitoid telur, dan Eriborus argentiopilosa juga merupakan parasitoid pada larva muda. 2. Cendawan Metharizium anisopliae, dalam kondisi kelembaban yang cukup, juga dapat menginfeksi larva. 3. Agen pengendali lain yang juga berpotensi untuk mengendalikan serangga ini adalah bakteri Bacillus thuringensis dan virus Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus (HaNPV), menginfeksi larva. Kimiawi Jika serangannya hebat, pengendalian hama penggerek tongkol jagung dapat menggunakan insektisida kimia, seperti Decis, Matador,Thiodan, atau Curancron dengan dosis dan penggunaan sesuai aturan kemasan. Penyemprotan dilakukan setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol dengan selang 1-2 hari hingga rambut jagung berwarna coklat. Sebaiknya dilakukan pada saat tanaman jagung masih berbunga. Hindari penyemprotan menjelang panen, karena hal ini dapat membahayakan bagi manusia yang ikut mengkonsumsi jagung karena residu dari insektisida tersebut. Sumber: dari berbagai sumber Penyusun: Kiswanto dan Fauziah Y. Adriyani Penyuluh Pertanian pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian LampungJl. ZA. Pagar Alam No. 1A Rajabasa Bandar Lampung