Loading...

Hama Rayap Pada Tanaman Ubi Kayu Dan Pengendaliannya

Hama Rayap Pada Tanaman Ubi Kayu Dan Pengendaliannya
Pendahuluan Pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Bangka saat ini sedang gencar-gencarnya dalam mensosialisasikan budidaya ubi kayu kepada masyarakat. Hal ini dilakukan seiring dengan pembangunan beberapa pabrik tepung tapioka yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bangka. Budidaya ubi kayu dapat dijadikan alternatif pilihan bagi masyarakat sebagai salah satu solusi setelah tambang timah sudah tidak menjanjikan lagi. Bila dibandingkan dengan komoditas lain budidaya ubi kayu cenderung lebih mudah untuk dilakukan bagi petani pemula yang baru menanam ubi kayu. Pemahaman tentang tekhnik budidaya yang baik akan menjamin keberhasilan petani dalam usahatani ubi kayu. Permasalahan yang sering muncul dalam bercocok tanam ubi kayu adalah serangan hama. Sebagian besar hama tanaman ubi kayu adalah berupa serangga (insekta), kecuali tungau merah yang masuk dalam kelas Acarina. Pada umumnya serangan hama di musim kemarau lebh tinggi dibandingkan pada musim penghujan. Hal tersebut disebabkan siklus hidup hama pada musim kemarau lebih pendek sehingga populasinya berkembang lebih cepat. Kerusakan tanaman ubi kayu akibat serangan hama dipengaruhi oleh jenis hama yang menyerang, tingkat ketahanan tanaman terhadap hama, umur tanaman waktu terjadi serangan, dan periode lamanya serangan hama. Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman ubi kayu adalah rayap. Walaupun jarang menyebabkan kerusakan dalam skala besar tetapi hama rayap tetap harus mendapat perhatian. Gejala Serangan Rayap Pada bibit yang baru ditanam, rayap akan mengerat dan memakan batang bibit (stek) ubi kayu sehingga pertumbuhan stek terganggu bahkan mati. Pada pertanaman yang lebih tua, rayap akan memakan akar dan masuk ke dalam batang menyebabkan batang menjadi lemah dan mudah patah (rapuh). Serangan rayap pada umumnya terjadi pada musim kemarau. Ketika rayap menyerang akar tanaman, gejala kerusakan awal adalah layu. Tanaman akan mati ketika terjadi gerekan dalam akar tunggang, batang, dan cabang, karena distribusi dan pergerakan nutrisi dalam sistem vaskular tanaman terganggu. Pada pohon buah-buahan dan tanaman berkayu yang lain, serangan dimulai dari adanya lubang kecil atau retak atau kayu mati terserang hama serangga atau luka pangkasan. Bioekologi Rayap Berbagai jenis rayap diketahui menyerang batang da umbi ubi kayu. Rayap hidup di dalam tanah atau di dalam sarangnya di permukaan tanah. Rayap juga sering ditemukan hidup dalam saluran pada permukaan batang ubi kayu. Di dalam sarang, rayap terdiri atas rayap pekerja, rayap serdadu, raja dan ratu. Rayap pekerja dan serdadu berupa serangga dengan badan berwarna putih atau coklat dan kepala berwarna coklat. Dalam sebuah koloni yang baru didirikan, ratu meletakkan sekitar lima telur. Pengendalian Hama Rayap 1. Kultur Teknis - Membajak lahan untuk menghancurkan sarang rayap, sehingga rayap akan dimakan oleh predator seperti semut, burung, ayam dan lain-lain.- Sanitasi dan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.- Rotasi tanaman untuk mengurangi penumpukan rayap. Menanam tanaman yang sama setiap musim tanam, membuat tanaman menjadi rentan terhadap serangan hama rayap. 2. Kimiawi - Memberikan insektisida pada bibit (stek) yang akan di tanam.- Menaburkan insektisida dengan bahan aktif carbofuran ke dalam tanah. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (Penyuluh BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2013. Hama, Penyakit, dan Gulma pada Tanaman Ubi Kayu Identifikasi dan Pengendaliannya. IAARD Press Sumber Foto : Dokumentasi Balitbangtan