Hama pada tanaman bawang merah merupakan salah satu faktor penting penentu produksi. Kerusakan akibat serangan hama dapat menyebabkan penurunan hasil baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pemahaman terhadap gejala serangan dan sifat lainnya diperlukan untuk dapat menentukan teknik pengendalian yang lebih tepat. Berikut ini adalah beberapa hama utama pada tanaman bawang merah. Ulat Bawang (Spodoptera exigua) Gejala ditandai dengan adanya bekas gigitan pada daun. Serangan berat menyebabkan daun terputus (kudung). Biasanya serangan pada umur 30 Hari. Cara pengendalian dapat dilakukan secara mekanis dengan mengumpulkan kelompok telur maupun ulat lalu dimusnahkan (3-5 hari sekali). Sedangkan untuk pencegahan dilakukan dengan memasang perangkap kuning dan feromonoid seks (mengendalikan ngengat). Jika intensitas kerusakan daun lebih dari 5% per rumpun dilakukan penyemprotan dengan insektisida. Penggerek Daun (Liriomyza sp) Hama ini menghisap cairan daun dari dalam. Daun yang terhisap akan terlihat transparan dan pada daun muda, daun layu dan terkulai. Di daerah Probolinggi, hama ini dikenal dengan istilah "Virus". Penggerek daun dapat dikendalikan secara mekanik dan kimia. Hama Bodas atau Trip (Thrips tabaci sp.) Gejala tanaman bawang merah yang terkena hama ini ditandai dengan adanya bercak putih beralur pada daun. Serangan pada umbi menyebabkan penurunan kualitas umbi. Thrips mulai menyerang saat tanaman berumur 30 hari. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Pengendalian dapat dilakukan dengan pemasangan perangkap dan menggunakan pestisida. Ulat Tanah Serangan ulat tanah ditandai dengan rebahnya bagian pucuk tanaman bawang merah/titik tumbuh dan tangkai. Biasanya serangan pada umur 0-10 HST. Ulat ini berwarna coklat-hitam, serangan ulat biasanya terjadi pada senja/malam hari. Pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan. Dari berbagai sumber. Penulis: Fauziah YA, Nina Mulyanti, Kiswanto (BPTP Lampung)