HAMA WALANG SANGIT (Leptocorisa Oratorus) Walangsangit adalah serangga pengganggu yang sering merusak tanaman budidaya, Walang sangit merusak hampir semua jenis tanaman. Dari berbagai jenis tanaman yang dapat dirusak oleh walang sangit, tanaman yang paling disukai serangga hama ini adalah tanaman padi. Walang sangit merupakan hama utama pada tanaman padi yang sangat merusak dan berbahaya karena dapat merugikan para petani. Walang sangit menyerang dengan cara menghisap cairan tangkai bunga dan bulir padi pada fase pengisian bulir dan pemasakan bulir. Hal ini menyebabkan pengisian bulir padi tidak sempurna dan menyebabkan kosong. Walang sangit dianggap sebagai hama yang sangat berbahaya .Perilaku dan Cara Hidup Walang SangitSatu ekor walang sangit dewasa dapat menghasilkan telur sebanyak 200 butir bahkan lebih. Telur-telur walang sangit biasanya terletak pada bagian ujung daun tanaman padi atau daun bendera. Lama stadia telur walang sangit yaitu 7 hari.Telur yang telah menetas dan menjadi nimfa akan bergerak ke malai untuk mencari bulir padi yang sedang masak susu sebagai makananannya. Nimfa menyukai bulir padai yang masih masak susu, karena tidak menyukai bulir padi yang telah keras. Walang sangit muda (nimfa) berwarna hijau ketika masih kecil yang kemudian lama kelamaan akan berubah menjadi warna coklat. Nimfa walang sangit mengalami ganti kulit hingga 5 kali sepanjang waktu hidupnya. Pada siang hari yang panas, nimfa walang sangit dewasa tidak begitu aktif dan memilih bersembunyi di bawah kanopi tanaman. Nimfa walang sangit terus bergerak dari satu bulir ke bulir padi yang lain untuk dimakannya. Walang sangit dewasa pada pagi hari aktif terbang dari rumpun ke rumpun, sedangkan untuk penerbangan jauh biasanya terjadi pada sore atau malam hari. Cara Pengendaliannya1. Membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi2. Walang sangit datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma3. Memasang bangkai binatang. Walang sangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat disemprot dengan insektisida.4. Menggunakan bahan kimia (Decis, Regent, BPMC) bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi 10 ekor/20rpn. (Kusno Wahyudi)