Loading...

HARAPAN BARU PETANI TUBABA BERSAMA BIO COMPOUND

HARAPAN BARU PETANI TUBABA BERSAMA BIO COMPOUND
BPP Kec. Tulang Bawang Udik, Kab. Tubaba Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Bapak Umar Ahmad,SP adalah Bupati yang sangat dicintai masyarakatnya. Dimasa kepemimpinannya Tubaba yang merupakan Kabupaten baru mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seluruh sektor dipolesnya dari SDM, Insfrastuktur, Pariwisata, Peternakan, dan Pertanian. Di sektor pertanian Umar Amad sedang menggalakan pemanfaatan bio compound untuk kegiatan budi daya tanaman dengan membawa Praktisi Bio Compound asal Bandung Yaitu Ir. Irwan Budiyanto. Menurut Pak Budi (panggilan akrabnya) Bio Compound yang telah dicampurkan dengan bahan organik lainnya dapat menjadi bahan pengurai yang luar biasa. Larutan ini bisa menjadi aktivator mikro organisme yang menguntungkan juga menjadi predator mikro organisme yng bersifat patogen bagi tanaman. Oleh-oleh Umar Ahmad yang diperoleh dari hasil kunjungan kenrjanya diwilayah Eco Camp daerah Dago di Bandung ini segera disosialisasikan kemasyarakat melalui berbagai instansinya. Dinas Pertanian Tubaba yang dikommandoi oleh Ir. Syamsul Khomar,MM. dalam hal ini memberdayakan seluruh Personil Penyuluh Pertanian untuk segera mensosialisasikan bio Compound ini disetiap wilayah binaan masing-masing. Hampir 80% wilayah binaan Penyuluh pertanian ini sudah melaksanakan sosialisasi bio compound ini. Deskripsi, Bio Compound merupakan larutan mikroba aktif yang memiliki banyak manfaat sebagai pengurai hayati yang mengembalikan rantai makanan yang ada di dalam tanah. Dapat digunakan untuk membuat media tanam dari sampah organik segar dengan waktu komposting selama 1 hari. Selain itu bio compound ini dapat di campurkan kedalam larutan pembersih lantai sehingga serangga dan tikus enggan masuk ke dalam rumah. Dapat dicampurkan kedalam air minum hewan peliharaan untuk mengurangi aroma tidak sedap dari kotoran hewan peliharaan. Cara Membuat Pupuk Bio-Compound Hasil Kreasi Di Tubaba Bahan: Daun Nimba (4 Kg) Daun Leresede (4 Kg) Daun Nangka (4 Kg) Daun Lomtoro (4 Kg) Daun Sirih (4 Kg) Daun Ketapang (4 Kg) Daun Jambu Biji (4 Kg) Empon-empon (dianjurkan Dlingo, Bengle) (2 Kg) Batang Pisang (10 Kg) Kotoran sapi baru (20 Kg) Garam Dapur ( 2Kg) F0 Biang Bio Compound ( 200 ML) Alat: Golok / Msin Pencacah Drum plastik 200 L Sekop Alas Terpal Cara Kerja: Masukan kotoran sapi yang masih baru ke drum plastik dan tuangkan biang bio compound setengahnya, tambahkan air 10 Ltr kemudian diaduk rata selama 10 Menit. Cacah seluruh daun-daunan dan batang pisang juga empon-empon lalu masukan drum juga Masukan sisa biang bio compound ke drum dan tambah air secukupnya (jangan penuh untuk ruang gas saat fermentasi bahan) Tambahkan garam dapur kemudian aduk rata. Setelah 1 minngu dapat diaplikasikan ke media tanam Bio Compound merupakan salah satu inovasi Prof. Wanjat Kastulani dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam mengatasi masalah sampah organik. Beliau menemukan formula melalui penelitiannya yang menjadikan bio compound ini memiliki banyak fungsi, salah satunya dapat dijadikan aktivator Pengurai yang sangat berguna bagi Tanaman. Prof. Wanjat sudah melakukan penelitian Bio Compound ini pada tahun 2017 dan melakukan penelitian ketiganya pada tahun 2019 mengenai pengolahan sampah organik. Bio Compound ini sudah melalui berbagai uji laboratorium diantaranya di Laboratorium Biofarma, Kimia Agro, dan Balista Lembang. Slamet Lestari (THL-TB PP)