Loading...

Hidroponik Selada yang Menguntungkan

Hidroponik Selada yang Menguntungkan
Budidaya selada sangat yang menguntungkan, begitulah yang dirasakan oleh Andi Hartini Dwi Yulianti yang dulunya bekerja di salah satu Bank Swasta. Akibat Covid 19, memilih resign dari pekerjaannya dan beralih ke usaha Hidroponik Selada, awalnya hanya memanfaatkan lahan yang ada di samping rumah yang selama ini tidak difungsikan. Andi Hartini mencoba usaha tersebut secara sederhana. Bangunan hidroponik diatapi dengan bambu. Hasil panen awalnya dikomsumsi sendiri atau dibagikan ke tetangga. Setelah dishare di media sosial, ternyata banyak yang berminat dan akhirnya dikembangkan hingga saat ini. Tahun 2022, Andi Hartini Dwi Yulianti yang merupakan binaan Penyuluh Pertanian Pendamping Desa Temmapanuae Kec. Marusu, Marwanti, A.Md., yang memfasilitasi sehingga didaftarkan melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Suppor Service (YESS) dari Kementerian Pertanian untuk wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian. Setelah mengikuti pelatihan YESS, mendapat Pendampingan Penyusunan Proposal untuk memperoleh Hibah Kompetitif, sebesar Rp 15.000.000, kemudian usaha Hidroponik dikembangkan dan menambah luas lahan. Omzet yang diperoleh sudah mencapai 15-18 juta/bulan dan telah MOU kerjasama dengan Hypermart Makassar, harga jual selada Rp. 15.000/packing (250 gram). Tahun ini mewakili Kabupaten Maros untuk Local Champion Program YESS sebagai Petani Milenial. Rencana pengembangan selanjutnya adalah Aquaponik (sistem pertanian yang menggabungkan budidaya perikanan dan tanaman tanpa media tanah). Penulis Ardy Nasruddin, SP Penyuluh Pertanian Muda Prov.Sulsel